Selasa, 14 April 2026

Konsultasi Agama Islam

Apakah Masuk Surga Sesudah Masuk Neraka? - Konsultasi Agama Islam

Mohon jawabannya tentang masuk mizan dan syurga kelak, harus bersih dari dosa, atau lebih amalan baik sedikit sudah masuk syurga.

Editor: Syamsul Azman
SERAMBINEWS.COM
Apakah Masuk Surga Sesudah Masuk Neraka? - Konsultasi Agama Islam 

Konsultasi Agama Islam Program Kerjasama Serambi Indonesia dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD)

Pertanyaan kesepuluh

Assalamualaikum wr. wb

Abu/Teungku/ustadz Pengasuh KAI Serambi - ISAD yang dirahmati Allah.

Mohon jawabannya tentang masuk mizan dan syurga kelak, harus bersih dari dosa, atau lebih amalan baik sedikit sudah masuk syurga. Karena jika harus bersih dari dosa, tanpa rahmat Allah, sepertinya hanya para nabi dan rasul yang masuk syurga, yang lain kena bakar dulu, dibersihkan dosa. Jadi, apakah harus bersih atau dibersihkan dulu, alias masuk neraka dulu bagi mukmin berdosa. terima kasih atas jawabannya. semoga Allah mempertemukan kita semuanya di surga-Nya, kelak. Amin yra.

Aceh Besar T Mukhtar Lambleut

Pertanyaan akan ditampung oleh tim Ruang Konsultasi Agama Islam untuk di ke kirim ke pangasuh dan ditayangkan di website serambinews.com.
Pertanyaan akan ditampung oleh tim Ruang Konsultasi Agama Islam untuk di ke kirim ke pangasuh dan ditayangkan di website serambinews.com. (SERAMBINEWS.COM)

Jawaban

Wa’alaikumussalam wr wb.

Terima kasih Sdr T Mukhtar dari Lambleut yang telah menjadikan ruang Konsultasi Agama Islam, kerja sama serambinews.com dengan ISAD ini sebagai tempat bertanya. Semoga kita semua dan para pembaca Konsultasi Agama Islam serambinews.com ini selalu mendapat ridha Allah Ta’ala.

Salah satu yang menjadi akidah Islam yang wajib kita mengimanianya, di hari qiamat kelak amal anak manusia yang baik maupun jahat akan ditimbang dengan timbangan (mizan). Allah Ta’ala berfirman :

‌وَٱلۡوَزۡنُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّۚ فَمَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَظۡلِمُونَ 

Timbangan pada hari itu adalah kebenaran. Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya mereka itulah orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan (kebaikan)-nya mereka itulah yang merugikan dirinya sendiri karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami (Q.S. al-A’raf : 8-9)

Dalam ayat lain, Allah berfirman :

وَنَضَعُ ٱلۡمَوَٰزِينَ ‌ٱلۡقِسۡطَ لِيَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَلَا تُظۡلَمُ نَفۡسٞ شَيۡـٔٗاۖ وَإِن كَانَ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٍ أَتَيۡنَا بِهَاۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ

Kami meletakkan timbangan yang tepat pada hari qiamat, sehingga tidak seorangpun dirugikan walaupun sedikit sekalipun hanya seberat biji sawi pasti Kami mendatangkannya. Cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan (Q.S. al-Anbiya : 47)

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved