Selasa, 5 Mei 2026

Gempa Terkini

Gempa Terkini Magnitudo 4,9 Guncang Takengon, Dirasakan hingga Nagan Raya dan Lhokseumawe

Gempa terkini mengguncang Takengon, Aceh Tengah pada Kamis (10/11/2022), dirasakan hingga Nagan Raya dan Lhokseumawe

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
KOMPAS.COM
Gempa terkini mengguncang Takengon, Aceh Tengah pada Kamis (10/11/2022), dirasakan hingga Nagan Raya dan Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM - Gempa terkini mengguncang Takengon, Aceh Tengah pada Kamis (10/11/2022), dirasakan hingga Nagan Raya dan Lhokseumawe

Dikutip Serambinews.com dari Twitter BMKG bercentang biru, gempa bumi magnitudo 4,9 tersebut terjadi pada pukul 12:56:30 WIB.

Gempa bumi terjadi pada titik koordinat 4,28 lintang utara (LU) dan 96,72 bujur timur (BT).

Pusat gempa berada di 40 kilometer (Km) barat daya Takengon, Aceh Tengah.

Gempa tersebut pada kedalaman 10 Km.

Menurut penjelasan BMKG, gempa tersebut dirasakan hingga MMI III Nagan Raya, III Benermeriah, I-II Pidie, I-II Lhokseumawe.

 

 

Memahami arti Skala MMI

MMI merupakan singkatan dari Modified Mercalli Intensity.

Baca juga: Gempa Terkini Magnitudo 5,0 Guncang Jember, Jawa Timur Tidak Berpotensi Tsunami

Dikutip dari laman resmi BMKG, skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Baca juga: Wilayah Indonesia Sering Gempa, Inilah Bacaan Doa Saat Terjadi Gempa Bumi

Skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.

Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan.

Terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Berikut arti dari Skala MMI mulai dari MMI I sampai MMI XII:

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Baca juga: Gempa 6,6 Skala Richter Guncang Nepal, Enam Orang Tewas dan Puluhan Rumah Ambruk

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

Baca juga: Gempa Terkini Magnitudo 5,1 Guncang Nias Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved