Breaking News:

Internasional

Pelaut India Ditahan di Guinea Makin Putus Asa, Desak Pemerintah Segera Membebaskan Mereka

Sebanyak 16 pelaut India telah berada dalam tahanan Angkatan Laut Guinea selama tiga bulan.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sejumlah pelaut India masih ditahan di Guinea, salah satu negara di Afrika Barat. 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Sebanyak 16 pelaut India telah berada dalam tahanan Angkatan Laut Guinea, salah satu negara di Afrika Barat selama tiga bulan.

Mereka telah memohon kepada pemerintah India untuk membantu kembali ke rumah.

India telah meyakinkan keluarga mereka akan berusaha membawa kembali dengan selamat.

Namun, para pelaut terus berbagi pesan dan video dengan mengatakan situasi mereka semakin putus asa.

Guinea menahan kapal kargo MT Heroic Idun pada pertengahan Agustus 2022.

Orang India, bagian dari awak multinasional yang terdiri dari 26 pelaut.

Baca juga: Dua Kapal Cepat Layari Rute Banda Aceh-Sabang, Ini Jadwal & Harga Tiket untuk Edisi 8 November 2022

Kapal tersebut dikelola oleh OSM Maritime Group Norwegia.

"Kapal dan 26 awak multinasionalnya kini telah ditahan di Guinea selama lebih dari 80 hari," kata CEO Finn Amund Norbye dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.

"Para pelaut telah diperlakukan sebagai penjahat, tanpa tuntutan formal atau proses hukum selama hampir tiga bulan," tuduhnya.

"Ini tidak kekurangan ketidakadilan maritim yang mengejutkan," katanya.

Awak kapal sedang dalam perjalanan untuk mengambil minyak mentah dari Guinea dan Nigeria sebelum mengirimkan ke Rotterdam, Belanda.

Sapna Trehan, istri dari nakhoda kapal Tanuj Mehta di terminal AKPO Nigeria mengatakan kapal itu disuruh pergi setelah pejabat bersikeras mereka tidak memiliki informasi tentang kedatangan mereka.

Baca juga: Objek Wisata Kapal di Atas Rumah Rusak, Bakri Siddiq: Pemko Banda Aceh akan Segera Diperbaiki

Saat kapal bergerak menuju Guinea, diikuti oleh kapal yang mengaku dari Angkatan Laut Nigeria yang memberi tahu Guinea.

Dia menambahkan kapal itu ditahan setibanya di sana.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved