Breaking News:

Berita Aceh Timur

1.090 Hektare Padi Terdampak Banjir di Aceh Timur

Umur padi yang terkena banjir di Aceh Timur bervariasi mulai dari 10 hari sampai 100 hari setelah tanam.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Dok Dinas TPH Aceh Timur
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Erwin Atlizar didampingi Muspika Kecamatan Peureulak Barat, meninjau tanaman padi yang terkena banjir di kecamatan itu beberapa waktu lalu. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Erwin Atlizar STP, MSi, mengatakan pihaknya sudah turun ke lapangan mengecek sekaligus mendata tanaman padi dan jagung milik petani yang karena banjir di sejumlah kecamatan di kabupaten itu awal November 2022.

Berdasarkan data yang diterima Serambinews.com, dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Minggu (13/11/2022) di Kecamatan Peureulak Kota terdapat luas tanam padi 339 hektar dan yang terkena bencana banjir 120 hektar yang tersebar di 5 gampong.

Selanjutnya di Kecamatan Peureulak Barat terdapat tanaman padi seluas 970 hektar, dan yang terkena musibah banjir 970 hektar yang tersebar di 9 desa.

"Jadi total padi yang terkena banjir 1090 hektar dari luas tanam 1309 hektar, di dua kecamatan itu," ungkap Erwin.

Erwin menyebutkan, umur padi yang terkena banjir ini bervariasi mulai dari 10 hari sampai 100 hari setelah tanam, dengan jenis padi berupa Inpari, Mekongga, Ciherang, Galur dan lain-lain.

Selanjutnya, di Kecamatan Peureulak Kota, juga terdapat persemaian padi yang terkena banjir seluas 55 hektar dari 231 hektar luas tanam yang tersebar di 5 gampong.

Selanjutnya tanaman jagung juga terkena banjir yaitu di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak jagung yang terkena banjir 5 hektar, selanjutnya di Desa Tualang Kecamatan Peureulak jagung yang terendam banjir seluas 1 hektar.

Erwin Atlizar mengatakan data padi dan jagung yang terkena banjir ini juga sudah  dikirimkan ke Dinas Pertanian Provinsi dan juga ke Kementrian Pertanian.

Pasca banjir surut total nantinya, ungkap Erwin, pihaknya akan turun lagi ke lapangan untuk mengecek tanaman yang terkena banjir puso atau tidak.

"Jika puso kita usulkan untuk dibantu benih baik untuk padi maupun jagung," ungkap Erwin seraya menyebutkan sejak intensitas hujan tinggi pihaknya melalui petugas di lapangan selalu memonitor kondisi tanaman padi maupun jagung milik petani.(*)

Baca juga: Ketua DPRK Aceh Timur Bantu Kursi Roda untuk Wartawan Sakit

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved