Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kasus Rudapaksa, Pelecehan Seksual dan KDRT di Banda Aceh Marak, Polisi Amankan Lima Pelaku

“Total ada lima tersangka yang sudah kita amankan dengan kasus yang berbeda-beda,” kata Fadillah.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ INDRA WIJAYA
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama (Tengah) menunjukkan barang bukti kekerasan seksual dan pemerkosaan di Lapangan Indoor Polresta Banda Aceh, Senin (14/11/2022). 

“Total ada lima tersangka yang sudah kita amankan dengan kasus yang berbeda-beda,” kata Fadillah.

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam kurun waktu September-November 2022, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil mengungkap serta melakukan penangkapan terhadap pelaku dugaan rudapaksa, percobaan rudapaksa, pelecehan seksual, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, Senin (14/11/2022).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK melalui Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama mengatakan, pengungkapan kasus dilakukan setelah maraknya kasus rudapaksa dan pelecehan seksual kepada anak di Banda Aceh.

“Total ada lima tersangka yang sudah kita amankan dengan kasus yang berbeda-beda,” kata Fadillah.

Ia merincikan, tersangka pertama yakni HM (22) yang berasal dari Aceh Utara. 

Ia diamankan setelah adanya laporan polisi nomor: LP/B/413/IX/2022/SPKT, pada 15 September. 

Ia dilaporkan setelah melakukan pelecehan seksual terhadap anak yang berumur 15 tahun. 

Kejadian rudapaksa dan pelecehan seksual itu terjadi pada di rumah kontrakan tersangka di Aceh Besar pada 10 September lalu.

Kemudian, KA (26) karyawan swasta asal Banda Aceh. 

Baca juga: VIDEO Seorang Ibu Muda Jadi Korban Perampokan Sekaligus Pemerkosaan, Tanpa Busana Lari Minta Tolong

Ia diamankan setelah melakukan pelecehan seksual (sodomi) terhadap dua orang kakak adik berjenis kelamin laki-laki dan berusia 15-12 tahun. 

Ia ditangkap setelah adanya laporan dengan nomor: LP/B/434/IX/2022/SPKT.

“Untuk tersangka KA ini dia melakukan aksinya di rumah kontrakan tersangka. Berdasarkan keterangan korban, perbuatan tersangka dilakukan berulang kali sejak 2019 hingga Agustus 2022,” ungkapnya.

Kemudian untuk kasus pelecehan seksual dan rudapaksa terhadap anak, pihaknya juga mengamankan MR (29) pekerjaan buruh harian lepas, asal Banda Aceh. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved