Breaking News:

Rombongan Kedua Rohingya di Aceh Utara

Pengakuan Rohingya dari Bangladesh Refugee Camps Hingga Terdampar di Aceh Utara

“Kami dari lokasi Bangladesh Refugee Camps, lalu kami kabur dan menaiki kapal sehingga terdampar ke Indonesia,” ucapnya dalam bahasa Inggris...

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Salah satu warga etnis Rohingya, Mohammed Sadek (17). 

“Kami dari lokasi Bangladesh Refugee Camps, lalu kami kabur dan menaiki kapal sehingga terdampar ke Indonesia,” ucapnya dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh Serambinews.com, Rabu (16/11/2022).

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Saat ini, sudah 230 etnis Rohingya terdampar di Aceh Utara.

Sebelumnya, 111 etnis Rohingnya itu terdampar di pesisir pantai Meunasah Lhok, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, pada Selasa 15 November 2022 sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.

Saat terdampar di Perairan Aceh Utara, mereka menggunakan boat yang bernama Anikamoni dengan berat sekitar dua ton.

Saat ini semua etnis Rohingya itu telah dipindahkan dari meunasah, Desa Meunasah Lhok ke Kantor Camat Muara Batu tadi pagi.

Sementara itu pada Rabu 16 November 2022 sekitar pukul 05.30 WIB 119 Rohingya rombongan kedua kembali terdampar di pesisir pantai Desa Bluka Tebai, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Amatan di lokasi, mereka telah menjalani skrining oleh petugas medis dari Pukesmas Dewantara.

Sebelum di-skrining, terlebih dahulu mereka membersihkan diri dengan mandi di sumur yang telah disedikan oleh warga setempat.

Baca juga: UNHCR Ucap Terima Kasih untuk Aceh, Koordinasi dengan Pusat untuk Tangani 230 Migran Rohingya 

Disisi lain, bantuan makanan dari warga sekitar juga telah diberikan dan rombongan Rohingya telah makan dan diberi minum.

Salah satu warga etnis Rohingya, Mohammed Sadek (17), yang diwawancarai dalam bahasa Inggris dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menceritakan, mereka telah satu bulan terombang-ambing di lautan.

Ketika dianya ke mana tujuan kota atau negara mana,  Mohammed Sadek menjawab tidak tahu.

“Kami dari lokasi Bangladesh Refugee Camps, lalu kami kabur dan menaiki kapal sehingga terdampar ke Indonesia,” ucapnya dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh Serambinews.com, Rabu (16/11/2022).

Ia juga mengakui, tidak bisa mendapatkan Kewarganegaraan di negara asalnya. 

Dijelaskan, Pemerintah Myanmar telah membunuh banyak etnis Rohingya.

“Banyak kaum lelaki dibunuh dan wanita diperkosa. Sebenarnya saya tidak tahu ke mana kami akan pergi, dan kami datang ke sini dengan menggunakan perahu mesin seadanya,” demikian ia mengakhiri pengakuannya.(*) 

Baca juga: Wanita Rohingya Keluhkan Sakit di Perut dan Dada Saat Ditanya Kondisinya Tapi bukan Karena Hamil

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved