Senin, 1 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

Protes Digusur, Pedagang di Waduk Lhokseumawe Mogok Makan

Puluhan pedagang di Waduk Pusong menggelar aksi mogok makan dengan menutup mulutnya pakai lakban

Tayang:
Editor: bakri
For Serambinews.com
Aksi pedagang Waduk Pusong Kota Lhokseumawe, Kamis (17/11/2022) malam 

LHOKSEUMAWE - Puluhan pedagang di Waduk Pusong, Lhokseumawe, Kamis (17/11/2022) siang, menggelar aksi mogok makan dengan menutup mulutnya pakai lakban.

Aksi itu sebagai bentuk protes atas penggusuran yang akan dilakukan Pemko Lhokseumawe melalui Satpol PP dan WH setempat terhadap mereka yang berjualan di pinggir jalan menuju waduk tersebut.

Amatan Serambi, kemarin, aksi tutup mulut pakai lakban itu mereka lakukan di tenda yang mereka dirikan di kawasan tersebut.

Pada tenda itu tertulis “Posko Mogok Makan.

” Pedagang juga membentang sejumlah poster dengan sejumlah kata-kata yang intinya menolak renca-na Pemko Lhokseumawe untuk menggusur mereka.

Di tenda, terlihat sejumlah pedagang pria dan Wanita yang melakbat mulut mereka.

Sementara di pinggir tenda ada sejumlah cairan infus.

Bahkan, ada tiga wanita yang sedang diinfus.

Menurut pedagang, beberapa hari lalu mereka menerima surat dari Kantor Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe yang isinya meminta pedagang membongkar tempat mereka berjualan, terutama yang berada di atas batu tanggul.

Mereka diberi waktu untuk membongkar tempat usaha mereka hingga Jumat (18/11/2022) hari ini.

Bila tak dipindahkan, maka akan dibongkar.

Baca juga: Pemko Tutup Total Waduk Pusong

Baca juga: Waduk Pusong Dibuka, Pedagang Boleh Berjualan Kembali

“Atas dasar tersebut, mulai siang ini (siang kemarin-red) kami melakukan aksi mogok makan,” ujar Silvia Ulfa, salah seorang pedagang yang ikut dalam aksi tersebut.

Mereka menolak penggusuran itu karena mayoritas pedagang sudah berjualan di sekitar waduk sejak belasan tahun lalu.

“Kami menolak digusur, tapi kami siap tempat berjualan kami ditata dengan rapi.

Intinya, kami tetap harus bisa berjualan,” tegas pedagang lain.

Hingga berita ini diturunkan tadi malam, pedagang masih bertahan di tenda tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kantor Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Heri Maulana, menjelaskan, pihaknya sudah berkali-kali memberitahu tentang pendataan lapak pedagang di waduk.

Untuk penataan pedagang di waduk, menurut Heri, pihaknya juga sudah bertemu dengan aparatur gampong dan pihak DPRK Lhokseumawe.

“Berjualan boleh, tapi tidak bolah ada lapak yang dibangun secara permanen.

Bila sudah berjualan, lapakmya bisa dipindahkan seperti pedagang di tempat lain,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, sambung Heri, pihaknya sudah akan membongkar lapak pedagang yang dibangun secara permanen.

“Namun, saat itu ada permintaan agar tidak dibongkar oleh personel kami.

Tapi, setelah kita tunggu-tunggu ternyata tidak dibongkar juga oleh pemliknya,” timpal Heri.

Bahkan, menurut Heri, untuk menyosialisasikan agar pedagang bisa membongkar lapak yang dibangun secara permanen, dalam sepekan terakhir pihaknya terus berkeliling waduk dan melalui alat pengeras suara meminta pedagang membongkar lapak yang dibangun secara permanen di Kawasan itu.

“Tapi, tetap juga tidak ada pedagang yang mau membongkarnya.

Sehingga, kemarin (Rabu-red), kita kirim surat pemberitahuan bahwa kami akan membongkar lapak pedagang yang dibangun permanen itu pada 18 November 2022, besok (hari ini-red),” papar Heri.

Ditanya apakah pihaknya akan tetap membongkar meski pedagang sudah melakukan aksi tersebut, Heri Maulana menegaskan, pembongkaran lapak permanen tetap akan dilakukan besok (hari ini-red). (bah)

Baca juga: Hindari Keramaian Malam Tahun Baru, Mulai Besok Pagi Waduk Pusong Lhokseumawe Ditutup

Baca juga: Waduk Pusong Tercemar Merkuri, DLH Kota Lhokseumawe Segera Fungsikan IPAL

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved