Berita Bireuen
Banjir Luapan Terjang Makmur Bireuen, Dua Warga Meninggal Dunia
Dampak dari banjir di Bireuen, seratusan rumah di 19 desa, sekolah dan fasilitas umum lainnya tergenang. Selain itu, dua warga meninggal dunia.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Makmur dan Bireuen umumnya, mulai pukul 22.00 WIB, Jumat (18/11/2022) hingga Sabtu (19/11/2022) dinihari menyebabkan terjadi banjir besar di Kecamatan Makmur, Bireuen.
Seratusan rumah di 19 desa, belasan sekolah, fasilitas umum lainnya tergenang. Selain itu, dua warga Makmur meninggal dunia.
Dua warga yang meninggal dunia dampak banjir yaitu Surayya (50) warga Blang Perlak ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 06.30 WIB, Sabtu (19/11/2022) di samping pagar masjid jamik Baitussalam Ulee Gle, Makmur. Satu lainnya bernama Nazariah (35) ditemukan meninggal dalam rumah karena tersengat listrik dalam rumahnya yang tergenang banjir sekitar 1 meter.
Pengurus Cabang PMI Bireuen, Faisal Ali kepada Serambinews.com, awalnya kawasan Makmur hujan deras mulai pukul 22.00 WIB Jumat (18/11/2022) hingga Sabtu (19/11/2022) dinihari.
Setelah hujan deras tebing Krueng Leubu di kawasan Leubu Trienggadeng jebol sepanjang 4 meter. Dampaknya air hujan deras dan juga Kreuen Leubu meluap.
Banjir mulai terjadi di sekitar Desa Sukarame, berikutnya ke desa desa lainnya seperti Blang Perlak, Panton Masjid, Blang Mane, Matang Kumbang tembus ke Meureubo.
Setelah itu banjir meluas ke Meureubo, Ulee Glee, Lapehan Masjid, Blang Dalam, Pandak. Kemudian ke Cot Kruet, Trienggadeng, Leubu Kuta Barat dan beberapa desa lainnya sampai ke perbatasan dengan Gandapura Bireuen.
Dampak banjir besar, seratusan unit rumah warga di 19 desa tergenang dengan ketinggian air paling rendah 30 cm dan paling tinggi lebih dari 1 meter.
Amatan Serambinews.com, luapan banjir meluncur dari arah selatan ke utara mulai dari Sukarame ke Leubu Mee maupun Leubu Mesjid. Beberapa titik badan jalan tergenang mengalir deras, tanaman padi yang sebagian belum dipanen terendam banjir.
Camat Makmur, Mukhsin S Ag kepada Serambinews.com mengatakan, banjir besar melanda Makmur sejak Sabtu dinihari.
Dalam musibah banjir ada dua warga meninggal dunia, seorang bernama Surayya (50), warga Blang Perlak, wanita tersebut menderita penyakit epilepsi dan sakit.
Informasinya saat itu tidur di masjid Ulee Glee Makmur, entah bagaimana saat pagi ditemukan sudah meninggal dunia di pinggir pagar masjid, korban segera dievakuasi warga bersama BPBD Bireuen ke rumah keluarganya untuk dikebumikan.
Sedangkan seorang lainnya warga Desa Leubu Kuta Barat bernama Nazariah (35). Informasi didapat, saat rumahnya mulai tergenang banjir, suaminya menyelamatkan anak-anak karena rumahnya mulai tergenang. Sedangkan almarhum mencabut salah satu cok listrik dan saat itulah korban tersengat listrik hingga meninggal dunia.
Keuchik Leubu Kuta Barat, Sabri kepada Serambinews.com mengatakan, Nazariah saat itu bersama suami dan dua anaknya sedang dirumah, tiba-tiba rumah tergenang banjir begitu juga puluhan unit rumah lainnya ikut tergenang.
Saat genangan mulai masuk rumah, Nazariah bangun dan menurut informasi sedang mencabut salah satu cok listrik, beberapa saat kemudian diketahui sudah meninggal dunia.
Korban dievakuasi tim BPBD Bireuen ke salah satu rumah yang tidak tergenang banjir dan dikebumikan di desa lain tempat salah satu keluarganya.(*)
Baca juga: VIDEO Banjir di Medan, Puluhan Kendaraan Mogok Hingga Macet
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banjir-di-Makmur-Bireuen.jpg)