Berita Pidie
Jembatan Rangka Baja " Abu Nawas" di Mane Pidie Masih Mangkrak, Sebagian Lantai Mulai Patah
Proyek jembatan rangka baja di kawasan perkebunan di Kecamatan Mane, Pidie, Minggu (20/11/2022) mangkrak
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Proyek jembatan rangka baja di kawasan perkebunan di Kecamatan Mane, Pidie, Minggu (20/11/2022) mangkrak.
Sarana tersebut layak disebut jembatan " Abu Nawas", lantaran jembatan itu telah berdiri tegak, namun belum boleh digunakan warga.
Pantauan Serambinews.com, Minggu (20/11/2022), proyek jembatan rangka baja terletak di tengah perkebunan warga melintasi aliran Sungai Krueng Leumiek, Kecamatan Mane.
Untuk menuju jembatan rangka baja tersebut, warga harus melintasi badan jalan bebatuan yang sebagian telah ditutupi tumbuhan liar sekitar 2 kilometer. Jalan itu hanya boleh dilewati satu mobil.
Baca juga: Gempa Terkini Magnitudo 5,6 Guncang Cianjur Jawa Barat Dirasakan Sampai Jakarta
Kondisi jalan berbantuan yang sedikit menanjak dan menurun, sangat sulit dilintasi petani saat musim penghujan.
Sebab, badan jalan berubah menjadi licin.
Petani di sana berharap ruas jalan menuju jembatan rangka baja harus diperbaiki jika jembatan itu berfungsi nantinya.
Data dari sistem elektronik unit layanan pengadaan (ULP) Setdakab Pidie, proyek pembangunan jembatan rangka baja di aliran Krueng Leumiek mulai dibangun tahun 2018 dengan sumber dana alokasi khusus (DAK) dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar dikerjakan CV Bina Bersama.
Lalu, tahun 2019 dilanjutkan dengan sumber dana yang sama dengan nilai kontrak Rp 6,9 miliar dikerjakan CV Lz Brother.
Baca juga: 3 Kepala Staf TNI Berpeluang Gantikan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Berikut Harta Kekayaannya
" Jembatan rangka baja yang mangkrak itu dapat dilanjutkan kembali hingga bisa dimamfaatkan masyarakat," kata Sulaiman seorang aparatur gampong di Kecamatan Mane, kepada Serambinews.com, Senin (21/11/2022).
Ia menyebutkan, jembatan rangka baja itu menghubungkan dua gampong di Kecamatan Mane. Adalah Gampong Lutueng, dengan Gampong Mane.
Menurutnya, dengan adanya sarana penyebrangan itu sangat bermamfaat bagi warga saat mengangkut hasil perkebunan menggunakan kendaraan.
Hasil panen dihasilkan petani seperti kopi, kakao, pinang, durian dan berbagai komoditi lainnya.
Baca juga: 3 Jenis Makanan Ini Jadi Sumber Penyakit pada Wanita, dr Zaidul Akbar: Bisa Rusak Hormon Esterogen
"Kalau jembatan rangka baja itu tidak siap, petani tidak bisa mengangkut hasil panen menggunakan roda empat. Jadi hasil panen harus dipikul dengan berjalan kaki," kata Sulaiman.