Berita Abdya
Wamentan RI Sebut Gairah Petani Abdya Terapkan IP-300 Bisa Dicontoh Daerah Lain, Agar Hasil Surplus
Wamentan Harvick datang ke Kabupaten Abdya bersama Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki disambut bupati di pantai Barat-Selatan Aceh dalam rangka menghadir
Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
Wamentan Harvick datang ke Kabupaten Abdya bersama Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki disambut bupati di pantai Barat-Selatan Aceh dalam rangka menghadiri acara panen raya padi program IP-300 di Gampong Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Abdya.
Laporan Taufik Zass | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), Harvick Hasnul Qolbi, menyatakan gairah petani Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam menerapkan Program Indeks Pertanaman atau IP-300 dapat dicontoh petani seluruh Indonesia.
Dengan demikian hasil diperoleh menjadi surplus setiap musim panen tiba karena dengan penerapan IP-300 hasilnya lebih banyak dan masa tanam tiga kali setahun.
“Hari ini sama-sama kita saksikan gairah petani di Kabupaten ini dalam menanam padi sangat luar biasa dan harus dicontoh oleh kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia untuk menjawab tantangan dalam pengendalian inflasi," kata Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi disela berlangsungnya acara panen raya bersama seribu petani di Gampong Lhueng Tarok, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Senin (21/11/2022).
Wamentan Harvick datang ke Kabupaten Abdya bersama Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki disambut bupati di pantai Barat-Selatan Aceh dalam rangka menghadiri acara panen raya padi program IP-300 di Gampong Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Abdya.
Wamentan Harvick menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani di Kabupaten Abdya dan tahun depan Kementerian Pertanian akan mengalokasikan anggaran untuk penambahan alat mesin pertanian (Alsintan).
Mulai dari traktor pembajak sawah hingga mesin panen padi modern (combine harvester).
Baca juga: Distanbun Gratiskan Bibit dan Pupuk Untuk Tanaman Padi IP 300 Seluas 1.000 Hektare
“Mengenai kekurangan alsintan yang dikeluhkan petani, itu secepatnya kita sikapi dan kita anggarkan pada tahun 2023. Mudah-mudahan dengan adanya penambahan alsintan ini petani Abdya bertambah semangat lagi dalam mengikuti program tanam padi tiga kali setahun,” ujarnya.
Di samping akan menyalurkan alsintan untuk petani, pihak Kementerian Pertanian RI juga akan memperbaiki harga gabah di kabupaten berjulukan “Kota Dagang,” itu agar tetap tinggi, sehingga memuaskan petani, tapi dapat terjangkau oleh masyarakat luas.
“Saya berharap kepada para petani Abdya agar ke depan semua alsintan yang diberikan oleh Pemerintah agar dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin, karena anggaran yang dikeluarkan negara untuk pengadaan teknologi pertanian tersebut sangat besar,” ujarnya.
Sebelumnya, Pj Bupati Abdya, H Darmansah SPd MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa luas lahan sawah di kabupaten Abdya mencapai delapan ribu hektare lebih dan sebahagian lahan sawah yang berada di sembilan kecamatan daerah itu menerapkan program IP-300.
Untuk memperlancar program tanam padi serentak tiga kali panen setahun, kepala daerah itu melakukan lobi ke tingkat pusat, yakni pada Kementerian Pertanian untuk penambahan alsintan yang selama ini sering dikeluhkan petani, baik mesin panen maupun mesin bajak sawah.
Baca juga: Distan Aceh Kembangkan Program IP-300 di 300 Ha Lahan Petani Abdya, Bantuan Benih Telat Diberikan
“Mudah-mudahan apa yang telah dijanjikan oleh pihak Kementerian Pertanian dapat segera terwujudkan dan semangat petani turun ke sawah pun semakin bertambah, sehingga setiap musim panen padi tiba, Abdya selalu surplus beras untuk membantu kabupaten tetangga,” harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wamentan-Puji-Abdya.jpg)