Berita Banda Aceh
Pj Wali Kota Banda Aceh Resmikan Dayah Bustanul Huda Al-Aziziyah Gampong Bitai
Peresmian Dayah Bustanul Huda Al-AIziyah dilakukan bertepatan dengab Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1444 H
Penulis: Misran Asri | Editor: Nur Nihayati
Peresmian Dayah Bustanul Huda Al-AIziyah dilakukan bertepatan dengab Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1444 H
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq, meresmikan Dayah Bustanul Huda Al-AIziyah di bawah Pimpinan Waled H Muhibban HM Hajat di Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Selasa (22/11/2022).
Peresmian Dayah Bustanul Huda Al-AIziyah dilakukan bertepatan dengab Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1444 H di dilaksanakan di dayah tersebut.
Selain dihadiri Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq, ikut serta Kepala Badan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, unsur Muspika Jaya Baru, para kepala dinas Kota Banda Aceh, Camat Jaya baru, tokoh agama serta Keuchik Gampong Lamteumen Timur dan Keuchik Bitai.
Hadir sebagai penceramah pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1444 H, Tgk H Hasbi Al-Buyuni mengulas sejarah Krueng Neng yang membentang di Desa Lamteumen Timur, di samping menceritakan sejarah berdirinya Dayah Bustanul Huda Al-AIziyah.
Lalu, pada kesempatan itu Pj Wali Kota Bakri Siddiq, mengatakan kehadiran dayah sebagai lembaga pendidikan agama Islam diharapkan mampu melahirkan insan Qur'ani, berwawasan islami, beradab dan berilmu, sehingga dapat meneruskan perjuangan para ulama.
“Dayah sebagai tempat untuk merujuk bagaimana menjalankan akidah dan memahami agama dengan benar,” imbuhnya.
Dijelaskan Pj Wali Kota, pendidikan agama dan pendidikan umum harus berjalan seimbang. Apabila pendidikan agama dengan pendidikan lainnya tidak seimbang maka ini akan menjadi ancaman bagi kita semua, dengan kondisi sekarang yang serba canggih di era globalisasi
Bakri Siddiq juga mengajak semua pihak agar dapat membantu dan berinfak untuk pengembangan Dayah yang memiliki luas lahan 4.532 meter itu.
Sementara Pimpinan Dayah Bustanul Huda Al-Aziziyah, Waled H Muhibban MH Hajad SSos, mengatakan ini merupakan perluasan dari Dayah Mabdaul Ulum Al Aziziyah yang berada di Gampong Lamteumen Timur,
“Alhamdulillah ini perluasan dayah dapat dilaksanakanan dengan adanya tanah waqaf dan bantuan para donatur. Kami mengucapkan terima kasih setingi-tinggnya atas bantuan tanah wakaf ini semoga Allah dapat membalas kebaikan serta menjadi sedekah jariah di akhirat kelak.
Waled menjelaskan, total luas tanah waqaf 4.532 meter dengan total harga Rp 2.358.000.000.
Sementara jumlah yang sudah terwaqaf 2.027 meter, atau baru 44,75 persen, dengan jumlah dana Rp 1.066.365.000.
Sisa tanah yang belum dibebaskan 2.504,1 meter dengan jumlah dana yang dibutuhkan Rp 1.291.635.000, dengan harga tanah permeter Rp 550.000.
“Kita harapkan ada donatur untuk sisa tanah wakaf, sehingga pembangunan dayah dapat rampung, sebagai tempat para santri generasi umat Muslim mendapat ilmu pengetahuan Agama,” lanjutnya.
Waled Muhibban juga mengatakan, tujuan didirikan dayah ini adalah untuk meneruskan perjuangan Baginda Rasulullah SAW dengan perpanjangan dan bimbingan para ulama.(*)