Breaking News:

Asusila

Berkas Perkara Kakek Sodomi Bocah di Aceh Besar Sudah P-19

Dan sekarang kami telah menerima pengembalian berkas perkara sekaligus petunjuk untuk dilengkapi (P-19) pada tanggal 21 Nopember 2022. Dan sekarang se

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Dok Polres Aceh besar
MY (71) tersangka pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak. 

Laporan Indra Wijaya I Jantho

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Berkas perkara MY (71) seorang kakek warga salah satu desa di Kecamatan Jantho, Aceh Besar sudah masuk proses melengkapi berkas atau P-19 dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kapolres Aceh Besar, AKBP Carlie Syahputra Bustamam melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Besar, Ferdian Chandra mengatakan, berkas sudah dikirim sejak tanggal 11 Nopember 2022 ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Aceh Besar (Tahap 1).

"Dan sekarang kami telah menerima pengembalian berkas perkara sekaligus petunjuk untuk dilengkapi (P-19) pada tanggal 21 Nopember 2022. Dan sekarang sedang proses melengkapi P-19 JPU," kata Ferdian saat dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (24/11/2022).

Oknum Jasa Digerebek di Hotel Jombang, Diduga Sodomi Pria 16 Tahun, Pelajar 17 Tahun Jadi Muncikari

Ia mengatakan, saat ini sendiri tersangka masih berada dalam sel tahanan Polres Aceh Besar.

Saat dilakukan pendalaman kasus kepada tersangka kata Ferdian, bahwa ia mengaku bahwa tindak pidana pelecehan seksual terhadap bocah laki-laki baru pertama ia lakukan.

"Kalo ngakunya tetap korban yang pertama," tutup Ferdian.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polres Aceh Besar mengamankan MY (71) setelah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki umur tujuh tahun di salah satu desa di Kecamatan Jantho, Aceh Besar.

Penangkapan terhadap MY dilakukan setelah adanya laporan dengan LP.B/38/XI/2022/SPKT/POLRES ACEH BESAR/POLDA ACEH.

Ia mengatakan, kejadian pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 07 November 2022 sekira pukul 16.00 Wib.

Kejadian pemerkosaan itu terjadi di pinggir sungai gampong Lhieb, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar.

Berdasarkan kronologi kejadian, MY yang saat itu berapa di rumah ayah korban mengajak bocah tersebut ke bengkel guna memperbaiki sepeda motor tersangka yang rusak.

Namun setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tersangka kemudian menghentikan motornya di pinggiran sungai tersebut dana melancarkan aksi pemerkosaan tersebut.

Saat itu tersangka memaksa korban untuk melayani aksi bejatnya. Motifnya sendiri itu karena hawa nafsu

Awal mulai kejadian pemerkosaan itu terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang menimpanya kepada kedua orang tua korban.

Tak terima anaknya dilecehkan dan diperkosa, orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Besar. Kejadian pemerkosaan itu juga dibarengi dengan bukti visum et repertum.

Akibat perbuatannya, tersangka di persangkaan dan ancaman hukuman Pasal 50 Subs pasal 47 Qanun Aceh Nomor 06 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.(*)

Persediaan Darah UTD RSUD Bireuen Menipis

Aneka Lomba Meriahkan Hari Guru di SDN 1 Banda Sakti Lhokseumawe

Pasukan Kurdi Akan Halau Invasi Darat Pasukan Turkiye, Sudah Bersiap Sejak 2019

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved