Jumat, 10 April 2026

Produk Halal

Indonesia Promosikan Produk Halal di Turkiye

Indonesia mendukung penuh sustainable trade dalam memajukan industri halal dan Indonesia sedang mengembangkan ekosistem menjadi Global Halal Hub.

Editor: Taufik Hidayat
File Anadolu Agency
Duta Besar RI untuk Turkiye, Lalu Muhamad Iqbal (tengah) menjamu para pejabat yang mengunjungi Paviliun Indonesia di pameran, Kamis (24/11/2022) 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - OIC Halal Expo ke-9 yang merupakan pameran dagang halal terbesar dunia, kembali diselenggarakan oleh negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) di kota metropolitan Turkiye, Istanbul, pada 24-27 November 2022.

Pameran dibuka secara resmi pada Kamis (24/11/2022) oleh Menteri Keuangan Turki Nureddin Nebati, dihadiri oleh Sekjen OKI, Wakil Perdana Menteri Uzbekistan Aziz Abdukhakimov, Menko Perekonomian RI Airlangga Hartanto yang hadir secara virtual, menteri dan pejabat terkait lainnya.

Kegiatan Halal Expo ke-9 ini diselenggarakan secara simultan dengan KTT World Halal ke-8. Tahun ini, kedua acara ini mengambil tema "For a Sustainable Trade: Explore All the Aspects of the Growing Global Halal Industry".

Acara pembukaan dihadiri oleh sekitar 3.000 tamu VIP di Istanbul Expo Center, dengan sejumlah acara seremonial.

Perwakilan Indonesia yang hadir pada pembukaan antara lain Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, Kepala Badan Standardisasi Nasional Kukuh S. Achmad dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggrijono.

Turut hadir juga perwakilan entitas regulator halal Indonesia, LPPM MUI dan BP Tanjung Pinang sebagai kawasan industri yang mendukung industri halal.

Ekosistem Industri Halal

Dalam pidatonya lewat konferensi video, Menko Airlangga Hartanto mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengembangkan ekosistem industri halal di tanah air.

"Indonesia mendukung penuh sustainable trade dalam memajukan industri halal dan Indonesia sedang mengembangkan ekosistem menjadi Global Halal Hub,” ungkap Menko Airlangga Hartanto saat pembukaan.

Selain itu, Menko juga mengajak negara OKI untuk saling berkolaborasi memajukan industri halal.

"Driving force industri halal dunia adalah pertumbuhan demografi dan pendapatan per kapita di kalangan Muslim yang meningkat. Namun demikian, situasi krisis energi dan krisis pangan yang terjadi saat ini, telah mengganggu rantai pasok global, termasuk industri halal,” demikian tutur Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal. 

“Dalam situasi ini, Indonesia sebagai produsen bahan baku dapat menjadi penopang ekosistem perdagangan halal dunia yang berkelanjutan,” imbuh dia.

Setelah pembukaan, Menteri Keuangan Turki dan para tamu VIP secara resmi membuka kegiatan Halal Expo dan berkeliling ke area pameran.

Paviliun Indonesia hadir melalui 38 peserta pameran yang tergabung dalam 12 stand besar dari Kementerian/Lembaga dan Dinas Perdagangan Provinsi/daerah.

Di dalam pavilion seluas 323 m2, diperkenalkan produk halal Indonesia antara lain tekstil, makanan halal, kosmetik halal dan obat-obatan halal dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved