Senin, 4 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Muthia asal AcehTerpilih sebagai Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional

Pustakawan Aceh kembali meraih prestasi membanggakan di Ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi Tahun 2022

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Muthia, alumnus Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, meraih juara I Pustakawan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2022. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pustakawan Aceh kembali meraih prestasi membanggakan di Ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi Tahun 2022.

Kali ini pengelola Perpustakaan MTsS Ulumul Qur'an Banda Aceh, Muthia SIP berhasil meraih juara I Pustakawan Berprestasi Tahun 2022.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Agama pada malam puncak peringatan Ke-77 Hari Guru Nasional (HGN) 2022 yang berlangsung di Holiday Inn Jakarta Kemayoran, Jumat (25/11/2022) malam.

Hadir pada kesempatan itu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, para pejabat eselon I dan II pusat, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi di Indonesia, serta ratusan guru dan tenaga kependidikan madrasah dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Muthia, Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama diikuti oleh ribuan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai madrasah di Indonesia.

Baca juga: Siswa MAN 1 Banda Aceh Juara Lomba Essay Tingkat Nasional

Untuk sampai ke babak grand final, alumnus Prodi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini awalnya menjalani seleksi administrasi berdasarkan dokumen pendaftaran.

Setelah itu, dilakukan penilaian terhadap portofolio dan karya tulis ilmiah. Dari proses itu, terpilih tiga nominator yang masuk final.

"Alhamdulillah, setelah melewati serangkaian tahapan dan penilaian pertama akhirnya saya masuk nominasi tiga besar dan berhak mewakili Aceh pada Grand Final Anugerah GTK Madrasah Berprestasi Tahun 2022 di Jakarta pada 16-23 November 2022," kata Muthia dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/11/2022) di Jakarta.

Di babak final, gadis kelahiran Sabang, 13 November 1992 ini melakukan presentasi 'best practice' terkait program literasi di madrasah dengan menggunakan strategi RAKAN LIMA.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam berliterasi.

RAKAN LIMA yang berarti lima strategi dalam meningkatkan literasi madrasah di antaranya adalah meningkatkan fungsi perpustakaan dengan memperbanyak koleksi dengan kerja sama dengan berbagai pihak seperti orang tua siswa, donatur dan instansi terkait lainnya dan menata ruangan perpustakaan yang bersih, indah, dan nyaman.

Baca juga: Peringkat 2 Nasional MTQ Korpri 2022, FUQAHA Apresiasi Prestasi Kafilah Korpri Aceh

Kedua, meningkatkan minat baca siswa melalui aneka kegiatan, di antaranya memilih raja dan ratu baca, menyelenggarakan aneka lomba yang terkait dengan literasi, serta bekerja sama dengan seluruh guru menyediakan pojok baca di setiap kelas.

Ketiga, meningkatkan karya dan prestasi siswa dengan berbagai lomba, pelatihan dan sanggar literasi.

Keempat, meningkatkan pemanfaatan digitalisasi perpustakaan menggunakan beberapa layanan, seperti layanan IT, otomasi perpustakaan, e-library, dan sosial media.

Kelima, meningkatnya pemahaman moderasi beragama dengan menyediakan pojok moderasi, di mana buku yang disediakan juga berkaitan dengan moderasi beragama.

Seperti buku Buku Saku Moderasi, Risalah Islam, Kisah Rasulullah, Washatiyyah, dan buku-buku lainnya.

Bermakna penting

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Pustakawan Indonesia (PD-IPI) Aceh, Dr Nazaruddin Musa MLIS, mengaku bangga atas capaian prestasi yang diraih oleh pengelola perpustakaan MTsS Ulumul Qur'an Banda Aceh.

Menurutnya, prestasi ini memiliki makna yang penting tidak hanya bagi Muthia, tetapi juga bagi para pustakawan Aceh.

Baca juga: Ratusan Perkara Istri Minta Cerai Masuk Ke Mahkamah Syariyah Jantho Aceh Besar, Ini Alasannya

Bagi Muthia, kesuksesan ini menjadi bukti bahwa kedisiplinan, keuletan, keikhlasan, dan doa adalah kunci dari pencapaian prestasi yang membaggakan ini.

"Semoga kesuksesan yang diraih Muthia ini dan kawan kawan pustakawan Aceh sebelumnya, dapat menambah motivasi untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi lagi tanpa peduli apa persepsi orang terhadap profesi pustakawan atau tenaga perpustakaan," ungkap Nazaruddin.

Di sisi lain yang lebih penting lagi, IPI Aceh memaknai pencapaian ini sebagai sebuah promosi yang sangat efektif untuk membuka mata masyarakat dan Pemerintah Aceh pada khususnya bahwa Aceh memiliki bibit-bibit pustakawan yang berbobot. Untuk itu, memperhatikan nasib dan pemberdayaan mereka sebagai profesi yang profesional adalah suatu keniscayaan.

Selain Muthia, untuk juara kedua berhasil diraih Anis Fitriya Husna dari MA Sunniyyah Jawa Tengah, sementara juara ketiga Siti Marwiyah MAN 1 Yogyakarta. (*)

Baca juga: 70 Tabung LPG 3 Kilogram Hilang di Jangka Bireuen, Pelaku Beraksi Pukul 03.00 WIB

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved