Breaking News:

Berita Aceh Timur

Kawanan Gajah Obrak-Abrik Kebun Warga

Kawanan gajah kembali mengubrak-abrik areal perkebunan warga di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur

Editor: bakri
Kawanan Gajah Obrak-Abrik Kebun Warga - engusiran-kawanan-gajah-liar-yang-masuk-dan-merusak-tanaman-warga.jpg
Dok: polres Aceh Timur.
Bhabinkamtibmas Polsek Ranto Peureulak, Bripka Fadli Mulyono bersama warga Desa Seumanah Jaya, membantu melakukan pengusiran kawanan gajah liar, yang masuk dan merusak tanaman warga pada Sabtu (19/11/2022) lalu.
Kawanan Gajah Obrak-Abrik Kebun Warga - gajah-liar-rusak-tanaman-warga-dan-gajah-makan-padi-di-Aceh-Timur.jpg
FOR SERAMBINEWS.COM
Kawanan gajah liar kembali merusak berbagai macam jenis tanaman milik petani di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Kawanan gajah selain merusak tanaman jagung, pisang, juga memakan 34 karung padi milik petani yang sudah dipanen di desa itu

IDI - Kawanan gajah kembali mengubrak-abrik areal perkebunan warga di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Menurut laporan warga, ada 30 ekor gajah dalam kawanan tersebut.

Warga Ranto Peureulak, Amir mengatakan, kawanan gajah terus merusak tanaman palawija yang berada dalam kebun-kebun warga.

Katanya, ada sekitar 30 ekor gajah dalam kawanan tersebut, yang terbagi dalam dua kelompok.

"Kawanan gajah masih terus merusak tanaman.

Ada kurang lebih 30 individu gajah dalam kawanan tersebut.

Mereka terbagi dalam dua kelompok," ujar Amir.

Ia merincikan, berbagai jenis tanaman palawija dan tanaman keras lenyap diamuk satwa dilindungi itu, seperti pisang, karet, pinang, kakao, dan kelapa sawit.

"Gangguan kawanan gajah tersebut sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.

Akibat gangguan tersebut, masyarakat pemilik kebun merugi dan tidak berani pergi ke ladang.

Gangguan kawanan gajah itu hampir setiap malam terjadi," kata Amir.

Amir mengharapkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh segera menurunkan tim menghalau gajah- gajah liar itu agar menjauh dari ladang warga.

Selain itu, petugas BKSDA yang ditempatkan di CRU Serbajadi, Aceh Timur, diharapkan juga lebih aktif dalam berpatroli dan merespons konflik gajah dengan manusia.

"Mengusir kawanan gajah tidak lagi bisa menggunakan petasan.

Akan tetapi, kawanan satwa tersebut harus digiring masuk ke habitatnya, sehingga tidak merusak ladang masyarakat bercocok tanam," tutup Amir. (antara)

Baca juga: Petani Tiro Kian Resah, Gangguan Gajah Makin Parah, Rusak Kebun Hingga Nyaris Masuk Rumah

Baca juga: Polisi Bantu Warga Halau Gajah, BKSDA: Bangun Pagar Kejut

Baca juga: Gangguan Gajah di Pidie Dilaporkan ke Jakarta

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved