Berita Aceh Timur
Polisi Bantu Warga Halau Gajah, BKSDA: Bangun Pagar Kejut
Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ranto Peureulak, Bripka Fadli Mulyono bersama warga Gampong Seumanah Jaya melakukan penanganan gangguan gajah liar
IDI - Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ranto Peureulak, Bripka Fadli Mulyono bersama warga Gampong Seumanah Jaya melakukan penanganan gangguan gajah liar.
Pengusiran dengan menggunakan mercon agar satwa liar yang dilindungi itu tidak lagi merusak lahan perkebunan dan pertanian milik masyarakat.
"Penggunaan mercon ini dilakukan untuk mencegah agar gajah tidak lagi masuk ke perkebunan milik masyarakat,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Andy Rahmansyah SIK melalui Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Eko Suhendro SH, Senin, (21/11/2022).
Menurut Kapolres, penggunaan mercon, dinilai sangat efektif untuk menghalau gajah dan tidak melanggar aturan maupun ketentuan dari pemerintah.
“Gangguan gajah hanya bisa diatasi dengan cara dihalau, karena satwa ini tidak bisa ditangkap, karena keberadaannya dilindungi oleh negara,” jelas Kapolsek Ranto Peureulak.
Kawanan gajah liar, pada Sabtu (19/11/2022) telah merusak tanaman padi dan jenis tanaman lainnya milik warga masyarakat Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.
Tidak hanya itu, satwa yang dilindungi oleh pemerintah ini juga merusak gubuk tempat penyimpanan padi hasil panen warga.
Akibat gangguan gajah liar ini dampak kerusakan yang ditimbulkan menyebabkan petani merugi.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Forum Konservasi Leuser (FKL) membangun 17 kilometer pagar listrik untuk menghalau kawanan gajah liar yang kerap mengubrak-abrik ladang warga di sejumlah titik di pedalaman Kabupaten Aceh Timur.
"Pagar listrik yang sudah dipasang harus dijaga karena itu solusi menghalau gajah," kata Manajer Leuser Rescue Tim FKL Regional I, Nurul Hidayat Lubis, Selasa kemarin.
Baca juga: Usir Kawanan Gajah Liar yang Masuk ke Kebun, Polsek Ranto Peureulak dan Warga Gunakan Mercon
Baca juga: 34 Karung Padi Petani Dimakan Kawanan Gajah Liar, Warga Pertanyakan Solusi Pada Pemerintah
Peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam melakukan perawatan jalur pagar listrik, sehingga pagar kejut gajah berfungsi maksimal.
"Pagar kejut gajah ini sudah dipasang sepanjang 17,4 kilometer meliputi Dusun Krueng Tuan, Blang Gading dan HTI, Gampong Seumanah Jaya," kata Nurul Hidayat Lubis.
Untuk menekan konflik satwa gajah dengan manusia, pihaknya juga meminta masyarakat untuk mencari alternatif lain dalam berladang.
"Ada jenis-jenis tanaman yang tidak disukai gajah, seperti lemon.
Ini juga cocok ditanami dan harga jualnya juga menjanjikan di pasaran," kata Nurul Hidayat. (sn/ant)
Baca juga: Gajah Ubrak-abrik Rumah Warga
Baca juga: Gangguan Gajah di Pidie, Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Aceh Paparkan Strategi Atasi Konflik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/engusiran-kawanan-gajah-liar-yang-masuk-dan-merusak-tanaman-warga.jpg)