Kamis, 23 April 2026

Internasional

Uni Emirat Arab Segera Meluncurkan Penjelajah ke Bulan, Jadi Misi Pertama Arab

Uni Emirat Arab (UEA) telah menyelesaikan persiapan terakhir untuk meluncurkan penjelajah ke Bulan.

Editor: M Nur Pakar
()
Penjelajah Rashid Akan Menjelajahi Bulan 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) telah menyelesaikan persiapan terakhir untuk meluncurkan penjelajah ke Bulan.

"Jika jadi dilaksanakan, maka akan menjadi misi Bulan pertama di dunia Arab," lapor kantor berita Emirates, Selasa (29/11/2022).

Penjelajah Rashid akan lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida, AS, pada Rabu (30/11/2022) untuk memulai perjalanan lima bulan ke Bulan.

Dalam sebuah pernyataan, ispace inc yang berbasis di Jepang. mengumumkan telah menyelesaikan integrasi pendarat bulan HAKUTO-R Mission 1 ke dalam roket SpaceX Falcon 9.

“Kami senang telah menyelesaikan tahap pertama Misi 1 dengan persiapan akhir sebelum peluncuran selesai,” kata Takeshi Hakamada, pendiri dan CEO ispace.

“Untuk melakukannya, kami menggunakan model desain dan pengembangan yang menyeimbangkan keandalan," ujarnya.

Baca juga: Badan Antariksa Jepang Gagal Orbitkan Delapan Satelit ke Ruang Angkasa

"Termasuk biaya rendah dengan menggunakan teknologi dan komponen yang telah terbukti di seluruh dunia,” tambahnya.

Mohammed bin Rashid Space Center (MBRSC) mengundang pemirsa dari seluruh dunia untuk menyaksikan peluncuran langsung pada pukul 12:39 waktu UEA.

Rover akan mendarat di permukaan Bulan yang belum dijelajahi di Kawah Atlas, tepi luar tenggara Mare Frigoris (“Lautan Dingin”)” pada April 2023.

“Kriteria lokasi target dipertimbangkan dengan hati-hati oleh Tim Misi Lunar Emirates, termasuk durasi penyinaran matahari terus menerus dan jarak pandang komunikasi dari Bumi,” kata MBRSC.

Setelah diluncurkan, pesawat ruang angkasa terintegrasi akan mengambil rute energi rendah ke Bulan daripada pendekatan langsung.

Jika misi bulan berhasil, UEA akan menjadi negara keempat yang mendarat di bulan.

Baca juga: Badan Antariksa Rusia Menuntut Diakhirinya Sanksi Atau Stasiun Luar Angkasa Terancam

Penjelajah Rashid berbobot 10 kg akan mempelajari sifat-sifat tanah, mobilitas permukaan Bulan, petrografi dan geologi Bulan serta pergerakan debu.

Termasuk mempelajari kondisi plasma permukaan dan selubung fotoelektron Bulan.

Kemudian, akan mengirim data dan gambar kembali ke Bumi, menggunakan dua kamera beresolusi tinggi: Mikroskopis, dan pencitraan termal.

Misi ke Bulan menjadi yang terbaru dari upaya UEA dalam eksplorasi ruang angkasa.

Sebelumnya pada Februari 2021, UEA membuat sejarah dengan mendaratkan wahana Hope ke Mars.

Juga menjadi negara Arab pertama yang meluncurkan misi tak berawak ke planet merah tersebut.(*)

Baca juga: Tunda Peluncuran Roket, Badan Antariksa India Beralih Produksi Membuat Hand Sanitizer dan Ventilator

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved