Berita Banda Aceh
Dinas Pendidikan Aceh Latih Kepala Sekolah agar Tidak Korupsi
Disdik Aceh menggelar pelatihan yang sebelumnya jarang dilakukan, yakni Pendidikan Antikorupsi bagi Kepala-Kepala SMA dan SMK di Aceh.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
Laporan Yarmen Dinamika
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menggelar pelatihan yang sebelumnya jarang dilakukan, yakni Pendidikan Antikorupsi bagi Kepala-Kepala SMA dan SMK di Aceh.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM mengatakan, salah satu pembenahan paling utama yang diperlukan dalam mengatasi masalah korupsi di Indonesia, khususnya di Aceh, adalah dengan pendidikan antikorupsi.
Hal itu disampaikan Alhudri kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Rabu (30/11/2022) siang, seiring dengan berakhirnya Pelatihan Kepala Sekolah Antikorupsi Tahun 2022 di salah satu hotel di Banda Aceh.
Pelatihan itu berlangsung empat hari dimulai sejak Minggu, 27-30 November 2022.
“Pelatihan ini adalah proses advokasi menyangkut pendidikan antikorupsi. Juga untuk membekali pihak sekolah supaya dugaan dan tuduhan yang salah secara hukum tidak serampangan tertuju ke lembaga pendidikan. Maka, sangat dibutuhkan penyelenggaraan pendidikan khusus menyangkut pendidikan antikorupsi untuk kepala sekolah,” kata Alhudri.
Baca juga: Ismail Bolong Menghilang Terkait Tambang Ilegal, Kabareskrim Bantah Pernah Diperiksa
Baca juga: Sosok Dhio yang Tega Racuni Keluarganya, Paman Sebut Pelaku Gerogoti uang Orang Tuanya
Sebelumnya, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Aceh, Muksalmina, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dapat menghasilkan kepala sekolah dengan kompetisi semangat moral, pengetahuan, dan keterampilan menyangkut dasar-dasar antikorupsi dan tindak pidana korupsi di sekolah.
“Kita berharap kegiatan ini menjadi landasan awal untuk menghasilkan sekolah-sekolah berintegritas dengan kualitas antikorupsi di Aceh serta menghasilkan jaringan kepala sekolah antikorupsi,” kata Muksalmina saat membuka acara mewakili Kadisdik Aceh, Drs Alhudri MM.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Inspektorat Aceh, Dr Sahdansyah Putera Jaya SH, MH, selaku Inspektur Pembantu khusus; Ade Irawan Direktur Visi Integritas Inspektorat Aceh; Fatma Susanti, Aktivis Perempuan Antikorupsi; Akhiruddin Mahjuddin, Ketua Dewan Etik Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, dan Maharadi, Anggota Tim Ahli Dinas Pendidikan Aceh. (*)
Baca juga: Inggris vs Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022, Singa Teranga Bisa Hadang The Three Lions
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Fatma-Susanti-aktivis-Perempuan-Antikorupsi.jpg)