Breaking News:

Internasional

Polisi Inggris Tangkap Seorang Pria Penyebab Kematian 27 Migran Dalam Tragedi November 2021

Polisi Inggris menangkap seorang pria yang diduga memainkan peran kunci dalam kematian 27 migran.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Para migran dari Afrika dan Timur Tengah dikumpulkan di Kepulauan Canary, Spanyol. 

SERAMBINEW.COM, LONDON - Polisi Inggris menangkap seorang pria yang diduga memainkan peran kunci dalam kematian 27 migran.

Para migran tenggelam saat mencoba menyeberangi Selat Inggris dengan perahu pada November 2021 lalu.

National Crime Agency (NCA) mengatakan, pria berusia 32 tahun itu ditangkap di Cheltenham, Inggris baratdaya.

Dia dicurigai sebagai anggota kelompok kejahatan terorganisir yang berkonspirasi untuk mengangkut para migran ke Inggris dengan perahu kecil.

Penyelidik NCA bekerja sama dengan otoritas Prancis untuk melacak mereka yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Jaksa Prancis telah mendakwa 10 orang atas dugaan peran mereka dalam bencana 24 November 2021.

Baca juga: Penjaga Pantai Yunani Selamatkan Ratusan Migran dari Hantaman Badai

Itu menjadi kecelakaan terburuk di Selat Inggris sejak 2018.

Selat sempit tersebut telah menjadi rute utama bagi para migran dari Afrika, Timur Tengah, dan Asia yang berusaha mencapai Inggris dari Prancis, seperti dilansir AFP, Rabu (30/11/2022).

Perahu itu tenggelam setelah meninggalkan pantai Prancis, menyebabkan kematian semua penumpang kecuali dua orang dan empat orang masih hilang.

Tersangka dihadirkan di Pengadilan Westminster Magistrates London pada Rabu (30/11/2022), di mana proses ekstradisi akan dimulai.

"Ini menjadi penangkapan yang signifikan dan datang sebagai bagian dari penyelidikan ekstensif atas peristiwa yang menyebabkan kematian tragis di Channel," kata wakil direktur NCA Craig Turner.

“Orang yang ditahan ini diduga telah memainkan peran kunci dalam pembunuhan orang-orang yang meninggal," tambahnya.

Baca juga: UNHCR Ucap Terima Kasih untuk Aceh, Koordinasi dengan Pusat untuk Tangani 230 Migran Rohingya 

“Bekerja sama dengan mitra Prancis, kami bertekad melakukan semua yang kami bisa untuk mendapatkan keadilan bagi keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa,” ujarnya.

Dari 27 korban, berusia tujuh hingga 47 tahun, dimana 16 warga Kurdi Irak, empat warga Afghanistan, tiga warga Ethiopia, satu warga Somalia, satu warga Mesir, serta satu warga Vietnam.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved