Internasional
Rusia Peringatkan Amerika Serikat, Risiko Terus Mendukung Ukraina Akan Sangat Mengerikan
Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) yang terus mendukung Ukraina.
SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) yang terus mendukung Ukraina.
Apalagi, Rusia telah membatalkan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat minggu ini pada menit terakhir.
Moskow mengatakan tidak punya pilihan selain membatalkan pembicaraan, yang bertujuan melanjutkan inspeksi di bawah perjanjian pengendalian senjata.
Dilansir AFP, Rabu (30/11/2022) Rusia mengatakan Washington menolak mengatasi kekhawatirannya yang lebih luas tentang stabilitas strategis.
Kantor berita Rusia mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov yang memperingatkan Washington tentang risiko yang tidak ditentukan karena dukungan untuk Kiev.
Rusia telah menyebut serangan ke Ukraian sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata tetangganya.
Baca juga: Pentagon Tuduh Rusia Tembakkan Rudal Nuklir Tanpa Hulu Ledak ke Ukraina
“Kami mengirimkan sinyal kepada AS, garis eskalasi dan keterlibatan mereka yang semakin dalam akan memicu konsekuensi yang mengerikan dan risikonya meningkat, ”kata Ryabkov.
Sementara, Staf Umum militer Ukraina mengatakan pasukan Rusia di wilayah Donetsk terus memfokuskan upaya merebut kota Bakhmut dan Avdiivka.
Serangan rudal Rusia di Lyman menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya, katanya.
Pesawat Ukraina melakukan sembilan serangan yang menargetkan prajurit dan peralatan Rusia, terutama di wilayah Zaporizhzhia tengah selatan, kata Staf Umum.
Di wilayah Kherson selatan dan Kriviy Rih, pasukan Rusia mengkonsolidasikan pertahanan dan mempertahankan serangan artileri, termasuk di kota Kherson yang baru-baru ini direbut kembali oleh Ukraina.
Reuters tidak dapat memverifikasi laporan medan perang secara independen.
Baca juga: Jerman Gandeng Qatar, Ganti Pasokan Migas Rusia Melalui Kesepakatan QatarEnergy dan ConocoPhillips
Gubernur daerah Kherson Yaroslav Yanushevych mengatakan listrik telah dipulihkan ke 50 persen kota Kherson setelah pengeboman besar-besaran oleh Rusia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Luar-Negeri-Rusia-Sergei-Ryabkov.jpg)