Rabu, 6 Mei 2026

Pemerintah Akan Subsidi Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Aturannya Sedang Digodok

Banyak pihak menilai dengan diberikannya subsidi untuk pembelian setiap kendaraan listrik akan cepat membentuk ekosistemnya di Indonesia.

Tayang:
KOMPAS.com/Dio
PT YIMM secara mengejutkan memajang motor listrik terbarunya, Yamaha E01 di IIMS Hybrid 2022, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2022) 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, menyebut pemerintah sedang menyelesaikan skema subsidi untuk pembelian sepeda motor listrik sebesar Rp 6,5 juta.

Bukan hanya sepeda motor listrik, kabarnya subsidi untuk pembelian mobil listrik juga tengah dipertimbangkan oleh pemerintah.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan jika kementerian keuangan mempunyai ruang fiskal untuk memberikan subsidi merupakan kabar yang cukup bagus untuk mendorong semakin banyaknya kendaraan listrik.

"Kalau ada subsidi dari negara, kemudian Kementerian Keuangan mempunyai ruang fiskal untuk itu, ya

Alhamdulillah. Karena kebijakan fiskal kan ada di Kemenkeu dan kami hanya mengusulkan," tutur Agus di Jakarta, Kamis(1/12/2022).

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditanya awak media mengenai hal tersebut menyebut rencana tersebut memang tengah dibahas. "Nanti akan dibahas dulu," tutur Sri Mulyani.

Banyak pihak menilai dengan diberikannya subsidi untuk pembelian setiap kendaraan listrik akan cepat membentuk ekosistemnya di Indonesia.

Baca juga: Ismail Bolong Stres dan Sakit, Istri dan Anak Diperiksa Polisi

Hal ini akan berdampak baik bagi upaya pemerintah untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari kendaraan bermotor.

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, menyampaikan pihaknya terus terang melihat kendaraan listrik konotasinya adalah untuk kalangan menengah ke atas.

Karena itu ia tidak terlalu berharap banyak terkait rencana subsidi terhadap kendaraan listrik.

"Jadi kalau yang namanya subsidi saya tidak berani berharap terlalu banyak. Kemarin saja sudah ada pembebaskan pajak PPnBM DTP saja sudah luar biasa ini industri otomotif sudah kembali.

Tetapi kalau nanti pemerintah ingin menggalakkan supaya mobil listrik bisa lebih cepat, kita dikasih insentif ya terima kasih sekali," tutur Nangoi.

Apalagi kata dia kebijakan tersebut masih dikaji pemerintah. Selanjutnya, dengan berbagai kebijakan yang ada saat ini untuk memudahkan konsumen memiliki mobil listrik, dinilai sudah cukup membantu.

"Kebijakan yang telah diberikan, misalnya kebebasan pajak-pajak seperti pajak kendaraan bermotor dan segala macam, terus mobil masuk ke ganjil genap dibebaskan, itu juga sudah membantu," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved