Breaking News:

Berita Aceh Utara

Tertahan Setelah Dirawat di RS Arun, Haji Uma Tanggung Biaya Pengobatan Mahasiswa Unimal

“Awalnya mendapatkan Informasi dari mahasiswa yang memberitahukan tentang kendala yang dihadapi Muhammad Fauzan

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Anggota DPD RI asal H Sudirman atau yang lebih dikenal Uma melalui seorang stafnya menanggung biaya perawatan dan pengobatan seorang mahasiswa Unimal yang dirawat inap selama empat hari di Rumah Sakit Arun Lhokseumawe. 

“Awalnya mendapatkan Informasi dari mahasiswa yang memberitahukan tentang kendala yang dihadapi Muhammad Fauzan

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Anggota DPD RI asal H Sudirman atau yang lebih dikenal Uma menanggung biaya perawatan dan pengobatan seorang mahasiswa Unimal yang dirawat inap selama empat hari di Rumah Sakit Arun Lhokseumawe.

Pada Rabu (30/11/2022), Haji Uma langsung menugaskan stafnya untuk melunasi biaya pengobatan Muhammad Fauzan (18) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, asal Simalungun, Sumatera Utara.

“Awalnya mendapatkan Informasi dari mahasiswa yang memberitahukan tentang kendala yang dihadapi Muhammad Fauzan yang tertahan di rumah sakit karena tidak bisa melunasi biaya pengobatan,” ujar anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman, kepada Serambinews.com, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: APBK Langsa 2023 Disahkan Rp 825 Miliar, Defisit Rp 5,6 Miliar

Setelah mendapatkan informasi itu, Haji Uma langsung meminta Stafnya Muhammad Furqan mendatangi rumah sakit untuk mengurus administrasi, termasuk biaya pengobatan, supaya bisa pulang dari rumah sakit.

“Pasien ini sempat tertahan selama satu hari di rumah sakit, pasca mendapatkan perawatan selama 4 hari dan dokter telah membolehkan pulang,” ujar Haji Uma.

Namun tidak bisa keluar karena belum bisa melunasi biaya pengobatan, karena yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan kartu BPJS Kesehatan, sehingga masuk ke kategori pasien umum.

Lalu kata Anggota Komite IV DPD RI, berdasarkan keterangan dari kepala ruangan tempat dirawat pasien tersebut, Ns, Samiati, sebelumnya pihak rumah sakit telah memberikan limit waktu selama tiga hari atau 3X24 jam untuk melengkapi administrasi.

Namun BPJS Kesehatan yang digunakan pasien tidak aktif karena telah mengalami tunggakan sebesar Rp 2.625.000,

Baca juga: Izin Taman Ratu Dicabut, NasDem akan Cari Lokasi Alternatif Untuk Tempat Kegiatan Anies

“Karena prihatin dengan kondisi mahasiswa itu, saya berinisiatif menanggung biaya perawatan dan pengobatan selama empat hari, sebesar Rp 2.432.000.

Saya telah meminta mahasiswa tersebut untuk segera melakukan pengurusan BPJS Kesehatan, sehingga kedepan mudah dalam mengurus berbagai keperluan,” pintanya.

Sementara Ketua Umum Serikat Mahasiswa Nasional Indonesia (SMNI) Cabang Lhokseumawe Benni Murdani didampingi Muhammad Fauzan sangat berterima kasih H Sudirman ( Haji Uma) melalui Stafnya Muhammad Furqan yang telah membantu pengurusan segala administrasi dan biaya pengobatan selama di rumah sakit.

“Kami sudah sempat menggalang dana dari teman-teman mahasiswa. Namun tidak mencukupi, sehingga kami menghubungi Haji Uma untuk meminta bantuan biaya pengobatan,” katanya.

Karena kartu BPJS yang bersangkutan tidak aktif, karena menunggak iuran selama 25 bulan.

“Alhamdulillah Haji Uma langsung merespon dan menanggung biaya tersebut,” pungkas Benni.(*)

 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved