Mihrab
Ketahuilah Yaumul Hisab, Hari Perhitungan Amalan Perbutan Manusia, Begini Cara Memaknainya
Di Yaumul Hisab ini, seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah ia lakukan selama hidup di dunia.
Ketahuilah Yaumul Hisab, Hari Perhitungan Amalan Perbutan Manusia, Begini Cara Memaknainya
SERAMBINEWS.COM - Yaumul Hisab adalah hari diperhitungkannya setiap amalan perbuatan manusia.
Di Yaumul Hisab ini, seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah ia lakukan selama hidup di dunia.
Penjelasan Yaumul Hisab ini sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Zazalah ayat 7-8 yang berbunyi :
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. [ayat 7]
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
"dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. [ayat 8]
Baca juga: Shalawat Ummi Khusus Dibacakan di Hari Jumat, Ini Keutamaannya
Berkaitan dengan yaumul hisab ini ada satu sahabat Rasulullah yakni Umar Bin Khattab pernah memberi nasihat,
“Hisablah diri kamu sebelum kamu dihisab”.
Meng isab diri dapat diartikan bahwa seorang harus berusaha menghitung dirinya sendiri dan mengevaluasi diri sebelum Allah yang nantinya akan mengevaluasinya.
Dalil tentang Yaumul Hisab
Dalam buku berjudul Hari Perhitungan Amal (Al- Hisab, Al-Ardh' Alallah Subhanahu Jalla Jalaluh) oleh Mahir Ahmad Ash-Shufiy (2007), sebagai hari dimana nasib kita akan diketahui apakah perbuatan kita selama didunia benar atau salah.
Perhitungan di Yaumul Hisab ini amalan seseorang akan dihitung secara detail.
Selain itu, anggota tubuh manusia akan menyampaikan masing-masing atas apa yang telah mereka lakukan, dan tidak akan ada yang bisa membela dan memberi pertolongan kecuali atas amalan mereka sendiri.
Baca juga: Manfaat Baca Surah Al Kahfi di Hari Jumat, Kalau Diamalkan Bisa dapat 3 Keistimewaan Ini
Cara memaknai Yaumul Hisab:
- Senantiasa mengerjakan amal kebaikan
- Menghindari maksiat
- Memperbanyak sedekah
- Mengerjakan shalat wajib dan sunnah
- Tidak menggunakan mata untuk melihat hal –hal yang tidak baik atau memperbanyak menundukkan pandangan
- Menggunkan mulut untuk berbicara yang baik
- Menggunakan telinga untuk banyak mendengar ayat-ayat Al-Quran
- Menutup aurat
Sebagai pengingat dalil Yaumul Hisab juga terdapat dalam Quran Surah Al- Anbiya ayat 47 :
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حَاسِبِيْنَ
Artinya : dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak ada seorang pun dirugikan walaupun sedikit. Sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti kami akan mendatangkan (pahala). Dan cukuplah kami yang membuat perhitungan. [ayat 47].
(Serambinews.com/Nuriana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-sedang-berdoa.jpg)