Internasional
KSRelief Arab Saudi Paparkan Rencana Bantuan Kemanusiaan 2023 ke PBB
Badan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) Arab Saudi memaparkan rencana bantuan kemanusiaan 2023 kepada PBB.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Badan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) Arab Saudi memaparkan rencana bantuan kemanusiaan 2023 kepada PBB.
Hal itu bersamaan dengan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan meluncurkan Tinjauan Kemanusiaan Global 2023 di Jenewa, Swiss pada Kamis (1/12/2022).
Presentasi di Addis Ababa dengan Uni Afrika, dan di Riyadh Universitas Raja Saud dengan KSRelief.
Abdullah Al-Rabeeah, Ketua KSRelief mengatakan acara tersebut difokuskan pada aksi kemanusiaan global yang akan berlangsung tahun depan.
Dikatakan, menyoroti kebutuhan mempromosikan pendekatan inklusif dan holistik untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Termasuk, mendiskusikan cara meningkatkan partisipasi orang yang terkena dampak krisis, responden lokal, dan mitra organisasi nonpemerintah dalam aksi global.
Baca juga: KSRelief Bantu 140 Ton Makanan ke Somalia, Baju Musim Dingin ke Pakistan dan Pakaian ke Pengungsi
Dia menjelaskan tantangan seputar pasokan pangan, khususnya terhambatnya bantuan di daerah-daerah krisis.
Al-Rabeeah mengatakan Arab Saudi telah menyediakan selama dua dekade terakhir $95 miliar untuk mendukung proyek-proyek kemanusiaan dan pembangunan di 164 negara.
“Kita harus mendorong semua negara yang mampu melakukannya, untuk segera meningkatkan tingkat pendanaan mereka sendiri," ujarnya.
Sehingga, katanya, akan membantu meringankan tingkat penderitaan yang ada saat ini di banyak bagian dunia.
Dia berterima kasih kepada Universitas Raja Saud karena menjadi tuan rumah peluncuran GHO 2023 untuk pertama kalinya di Timur Tengah.
“Semoga kita berhasil menemukan solusi yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa, dan meningkatkan hasil bagi jutaan orang yang sangat membutuhkan bantuan kita," jelasnya.
Baca juga: KSRelief Bagikan 1.005 Tas ke Korban Banjir Pakistan dan Tas Musim Dingin ke Somalia
“Dengan bekerja sama, kita dapat mengatasi masalah mendesak yang dihadapi dunia saat ini dalam skala yang cukup besar untuk mengubah gelombang penderitaan menjadi gelombang harapan," harapnya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam pesan videonya, mengatakan tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan, dan konflik Ukraina telah memperburuk krisis pangan dan energi global.
Kehidupan dan ekonomi telah tercabik-cabik di seluruh dunia, katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Abdullah-Al-Rabeeah-Ketua-KSRelief-Arab-Saudi1.jpg)