Breaking News:

Tenda Sakinah Korban Gempa Cianjur Jadi Sorotan, Begini Awal Mulanya

Tenda Sakinah didirikan sebagai tempat untuk pasangan suami istri korban gempa Cianjur memadu kasih meluapkan hasrat mereka.

Editor: Amirullah
Kompas.tv/Ant
Tenda Sakinah fasilitas untuk kebutuhan biologis pasutri korban gempa Cianjur 

SERAMBINEWS.COM - Belakangan ini sedang menjadi perbincangan soal tenda sakinah bagi korban gempa Cianjur.

Keberadaan Tenda Sakinah, bilik cinta untuk pasutri korban gempa Cianjur menjadi sorotan.

Tenda Sakinah didirikan sebagai tempat untuk pasangan suami istri korban gempa Cianjur memadu kasih meluapkan hasrat mereka.

Terkuak awal mula ide didirikannya Tenda Sakinah yang ternyata banyak dimanfaatkan oleh para korban gempa Cianjur.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo yang mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat membuat ribuan rumah warga ambruk.

Mereka terpaksa tinggal di tenda pengugsian lantaran rumah yang mereka huni tak lagi bisa ditempati.

Tak adanya hunian pribadi bagi korban gempa terutama pasangan suami istri yang ingin memenuhi kebutuhan biologisnya menjadi perhatian tersendiri.

Sebuah bilik cinta atau tempat bagi pasutri untuk bercinta pun dirikan.

Sebanyak dua orang tertimpa reruntuhan bangunan sebuah minimarket di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur Senin (21/11/2022).
Sebanyak dua orang tertimpa reruntuhan bangunan sebuah minimarket di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur Senin (21/11/2022). (Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin)

Tenda untuk pasutri memadu kasih itu diberinama tenda sakinah.

Di dalam tenda ini, pasutri bisa menyalurkan kebutuhan biologisnya meski hanya berada di lokasi pengungsian.

Tenda sakinah ini berdiri di Desa Pasir Goong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sebuah tenda milik anggota Pramuka ini muat untuk menampung tiga hingga empat orang di dalamnya.

Feri R Firdaus, salah satu penggagas Tenda Sakinah mengatakan, pasutri yang ingin menggunakan tenda sakinah itu harus mengikuti jadwal antrean pendaftaran.

Namun, para pasutri mengaku malu jika namanya dipajang dalam jadwal masuk ke tenda sakinah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved