Kesehatan
PASUTRI Harus Tau, Begini Posisi Terbaik Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil, Tips dari dr Boyke
Seksolog dr Boyke yang kerap membagikan informasi soal kesehatan seksual ini membeberkan posisi terbaik berhubungan intim agar istri cepat hamil.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
- Disclaimer: Artikel ini ditulis untuk kepentingan edukasi seks yang ditujukan pada pasangan yang sudah menikah -
PASUTRI Harus Tau, Begini Posisi Terbaik Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil, Tips dari dr Boyke
SERAMBINEWS.COM - Seksolog dr Boyke membeberkan posisi terbaik berhubungan intim agar istri cepat hamil.
Bagi pasangan suami istri atau pasutri, menantikan kabar hamil merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu.
Berbagai cara pun dilakukan agar cepat hamil sehingga kehadiran si buah hati menjadi pelengkap di dalam keluarga.
Agar istri cepat hamil, dr Boyke lantas menganjurkan pasutri melakukan posisi terbaik saat berhubungan intim.
Lantas, posisi seperti apa yang dimaksud?
Sebelum membaca lebih lanjut, diingatkan kembali bahwa artikel ini ditujukan kepada pasangan suami istri yang sudah sah menikah.
Baca juga: Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Wanita ala dr Boyke, Perempuan Gemuk Ternyata Sulit Hamil
Seperti kita ketahui, hamil merupakan yang paling dinanti-nanti bagi pasangan yang sudah menikah.
Tak jarang pasutri melakukan berbagai cara agar kehamilan terjadi.
Cara tersebut mulai dari menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan sehat sehingga mendukung kesuburan hingga ikut program hamil.
Namun tak hanya itu, menurut Seksolog dr Boyke Dian Nugraha, pemilihan posisi saat berhubungan intim merupakan hal yang penting ketika mempunyai keinginan untuk memiliki keturunan.
Posisi saat berhubungan intim bisa menentukan cepat atau tidaknya terjadi kehamilan.
Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube Boykepedia pada Selasa (6/12/2022), dr Boyke mengungkap posisi yang tepat saat berhubungan intim sehingga membuka peluang terjadinya kehamilan.
Baca juga: Sebut Sudah Ada Aroma Khasnya, dr Boyke Tidak Anjurkan Semprot Miss V dengan Parfume, Ini Bahayanya
Posisi yang dimaksud dr Boyke adalah missionary position.
Ini merupakan posisi untuk melakukan hubungan seksual dimana pasangan berbaring berhadap-hadapan dengan wanita di bawah pria.
"Posisi agar supaya terjadi cepat hamil maka posisi yang dianjurkan adalah missionary possision atau posisi wanita di bawah, pria di atas," kata dr Boyke.
Tak hanya posisi saat berhubungan intim, kondisi tubuh yang prima juga harus dimiliki pasutri sebelum berhubungan intim.
"Agar bisa terjadi ke hamilan cepat, tentunya memerlukan kesehatan ibu yang prima dan kesehatan pria juga yang prima," sambung dr Boyke.
Kemudian, pasutri harus mengetahui masa subur wanita sebelum melakukan hubungan intim.
Baca juga: Walau Seksi, Ternyata Keseringan Pakai Lingerie Berbahaya untuk Wanita, Ini Kata Seksolog dr Boyke
Pasalnya, berhubungan intim saat masa subur dapat membuka peluang besar terjadinya kehamilan.
Umumnya, masa subur seorang wanita pada hari ke-13 dihitung dari masa haid yang pertama.
"Karena telur seorang wanita itu dikeluarkan atau diovulasikan hanya pada masa subur yaitu hari ketiga belas dihitung dari haid yang pertama," imbuhnya.
Waktu terbaik dalam berhubungan seks saat ovulasi sebaiknya dilakukan saat tiga hari menjelang masa ovulasi atau hari saat ovulasi sedang berlangsung.
Berhubungan seks saat ovulasi dalam waktu ini memberi peluang terbaik untuk hamil.
Saat memasuki hari ke-13-17, ini dihitung dari masa haid yang pertama, dr Boyke menganjurkan agar pasutri rutin berhubungan intim dengan jeda waktu sehari dua kali sehingga memudahkan terjadinya ke hamilan.
"Demikian juga harus diketahui itu adalah hari ke 13 yang disebut ovulasi. Tapi masa suburnya tentu karena dengan perhitungan bahwa telur itu bisa hidup 3 hari, sementara sperma bisa hidup 1-2 kali 24 jam, maka masa subur itu adalah hari ke-11 sampai dengan ke-17, dihitung dari haid yang pertama," pungkasnya.
Baca juga: Nafsu Seseorang Tidak Bisa Dikontrol, Begini Penjelasan dan Solusi dari Seksolog dr Boyke
Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Wanita ala dr Boyke, Perempuan Gemuk Ternyata Sulit Hamil
Seksolog dr Boyke Dian Nugraha mengungkap cara menghitung berat badan ideal untuk wanita.
Hal ini diungkapkan dr Boyke agar wanita tidak memiliki badan gemuk yang berakibat bikin sulit hamil.
Hamil dan memiliki keturunan merupakan impian seorang wanita yang sudah menikah.
Namun, beberapa wanita sulit mewujudkan impian segera hamil.
Ada banyak faktor yang menyebabkan wanita sulit hamil. Satu diantaranya ialah kondisi badan gemuk atau memiliki berat badan berlebih.
Beberapa pendapat menyebutkan bahwa wanita yang memiliki berat badan berlebih atau gemuk membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil.
Ternyata pendapat demikian bukanlah sekedar mitos belaka.
Seksolog dr Boyke juga membenarkan hal tersebut.
Menurut dr Boyke, wanita yang memiliki badan gemuk merupakan salah satu penyebab wanita sulit hamil.
"Ke gemukan adalah kontra indikasi relatif ke hamilan, artinya badan gemuk sering kali membuat sulit hamil," kata dr Boyke dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Sonara FM, Senin (5/12/2022).
Lebih lanjut, dr Boyke memberikan penjelasan mengapa wanita gemuk sulit hamil.
Rupanya akibat berat badan berlebih akan membuat hormon estrogen wanita terganggu.
"Lemak yang ada di perut dan sebagainya itu bisa beraromatisasi menjadi hormon estrogen," papar dr Boyke.
Alhasil hormon estrogen menjadi tinggi dan kacau.
"Akibatnya kalau hormon estrogennya tinggi maka ovulasi tidak terjadi akibatnya sulit terjadi ke hamilan," jelas dr Boyke yang kerap membagikan edukasi seputar kesehatan seksual ini.
Jadi dapat disimpulkan bahwa badan yang gemuk bisa bikin susah hamil adalah fakta alias benar adanya.
"Jadi fakta, wanita yang kalau gemuk akan sulit hamil," katanya.
Lalu berapa berat badan ideal agar tidak sulit hamil?
dr Boyke juga memaparkan berat badan ideal untuk suami dan istri yang ingin segera hamil.
Kata dr Boyke, bahwa berat badan ideal wanita untuk hamil yaitu tinggi badan dikurangi 110.
Contohnya wanita memiliki tinggi badan 170, maka idealnya berat badannya yaitu 60 kg.
Tak hanya wanita, pria juga perlu memiliki berat badan yang baik agar istri tidak sulit hamil.
dr Boyke menyarankan pria memiliki berat badan yaitu tinggi badan dikurangi 100.
Artinya ketika tinggi badan 170, maka perlu memiliki berat badan 70 Kg.
Kenapa wanita perlu butuh lebih rendah dibandingkan pria?
"Karena yang hamil itu wanita jadi harus lebih ideal bentuk tubuhnya daripada pria," jelas dr Boyke.
Tetapi kalau pria ingin dapat berat badan ideal, maka tinggi badan dikurangi 100 kemudian kurangi lagi 10 persen dari hasil pengurangan.
Contohnya tinggi badan 170, kemudian kurangi 100 artinya 70 dan 10.
Ingin Hamil Anak Perempuan? Seksolog dr Boyke Sarankan Suami Sering Makan Ini
Seksolog dr Boyke menyarankan suami sering mengonsumsi makanan ini agar istri bisa hamil dan mendapat anak berjenis kelamin perempuan.
Setidaknya dr Boyke membagikan tiga tips untuk mendapatkan anak perempuan.
Mendapat momongan setelah menikah merupakan hal yang paling dinantikan bagi pasangan suami istri atau pasutri.
Tak terkecuali keinginan untuk memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu, misalnya mendambakan anak berjenis kelamin perempuan.
Lantas, bagaimana tips agar hamil anak perempuan?
Sebagai manusia, kita hanya berusaha maksimal untuk bisa mendapatkan anak, baik itu anak berjenis kelamin perempuan ataupun laki-laki.
Tetapi bukan tidak mungkin, jika kita sudah berusaha pasti akan membuahkan hasil.
Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube Sonara FM pada Rabu (30/11/2022), seksolog dr Boyke mengungkap setidaknya ada tiga tips yang dilakukan pasutri agar hamil anak perempuan.
Berbicara usaha untuk bisa mendapatkan anak perempuan, dr Boyke mengatakan bahwa perlu adanya sejumlah upaya yang harus dilakukan oleh kedua pihak, baik suami dan istri.
Beberapa diantaranya adalah sering mengonsumsi sayuran.
Menurut dr Boyke, untuk bisa mendapatkan anak perempuan, sang suami harus rutin mengonsumsi sayur-sayuran selama tiga bulan penuh.
"Suaminya mesti jadi kambing, artinya selama 3 bulan makannya sayur-sayuran," kata dr Boyke.
Sementara sang istri, harus mengonsumsi daging selama 3 bulan penuh. Tak hanya daging, istri juga rutin mengonsumsi ikan dan telur.
"Perempuannya makan daging-dagingan selama 3 bulan, ikan daging telur, semua makan," lanjutnya.
Pola makan ini akan memperbanyak sperma X yang dihasilkan pada pria, yang dimana sperma X akan menentukan seseorang memiliki janin berjenis kelamin perempuan.
Sperma X adalah hal utama yang menyebabkan seseorang memiliki janin berjenis kelamin perempuan, sehingga jika sperma X suami semakin banyak maka semakin besar pula untuk memiliki anak berjenis kelamin perempuan.
Perlu diketahui bahwa sperma X sangat senang bergerak dalam suasana yang asam.
"Karena suka bergerak disuasana yang asam, cobalah untuk ambil satu sendok teh cuka dapur yang dicampur dengan 100 cc air. Lalu di dibasuhkan pada area alat kelamin,” tutur dr Boyke.
Upaya tersebut dilakukan agar suasana Miss V menjadi lebih asam, sehingga nantinya sperma laki-laki akan mati, dan sperma X atau perempuan akan naik dan membuahi sel telur.
"Suasana vagina akan asam sehingga sperma yang laki-laki akan mati, sperma X atau perempuan yang akan naik dan membuahi jadilah anak perempuan," sambungnya.
Terakhir, dr Boyke juga menyarankan untuk jangan melakukan hubungan intim saat masa ovulasi.
Sebaiknya, lakukanlah hubungan intim dengan pasangan pada dua hari sebelum masa ovulasi.
"Lakukan hubungan seks jangan di masa saat ovulasi tapi dua hari sebelum ovulasi. Jadi ketika dia hubungan seks, sperma yang laki laki kan cepat-cepat eh ga ketemu telur, tapi sperma yang perempuan dia bisa menemukan telur dan jadilah anak perempuan," pungkasnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Hamil-berhubungan-intim.jpg)