Rabu, 13 Mei 2026

Kesehatan

7 Bahaya Konsumsi Karbohidrat Berlebih, Bisa Picu Diabetes hingga Penyakit Jantung

Berikut sejumlah dampak buruk yang bisa muncul jika konsumsi karbohidrat tidak terkontrol:

Tayang:
Editor: Amirullah
freepik
KARBOHIDRAT - 7 Bahaya Konsumsi Karbohidrat Berlebih 

SERAMBINEWS.COMKarbohidrat memang jadi sumber energi utama bagi tubuh. Hampir semua aktivitas, mulai dari berpikir, bernapas, hingga bergerak, bergantung pada asupan nutrisi ini.

Namun di balik manfaatnya, konsumsi karbohidrat yang berlebihan ternyata tak bisa dianggap sepele.

Jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa merembet ke berbagai masalah kesehatan, bahkan penyakit kronis seperti Diabetes dan gangguan jantung.

Kondisi ini sering kali tidak disadari, karena makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, roti, atau makanan olahan sudah menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.

Berikut sejumlah dampak buruk yang bisa muncul jika konsumsi karbohidrat tidak terkontrol:

1. Mudah mengantuk

Ilustrasi
Ilustrasi (New Health Advisor)

Asupan karbohidrat tinggi dapat meningkatkan produksi triptofan dan hormon melatonin yang berperan dalam siklus tidur. Jika berlebihan, terutama di siang hari, tubuh jadi lebih cepat mengantuk dan sulit fokus.

2. Perut terasa kembung

Tidak semua karbohidrat bisa dicerna dengan sempurna. Sisa yang tertinggal akan difermentasi bakteri di usus, menghasilkan gas yang memicu rasa kembung dan tidak nyaman.

3. Cepat lapar kembali

Karbohidrat dipecah menjadi gula darah. Saat kadarnya naik cepat lalu turun drastis, tubuh akan kembali merasa lapar dalam waktu singkat, sehingga memicu keinginan makan berlebih.

4. Meningkatkan risiko diabetes

5 Tanda Pradiabetes
5 Tanda Pradiabetes (freepik)

Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes.

5. Memicu gigi berlubang

Karbohidrat sederhana seperti nasi putih dan roti mudah menempel di gigi. Sisa makanan ini difermentasi bakteri menjadi asam yang merusak enamel, sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved