Breaking News:

Bireuen

Bireuen Perlu Dibangun Balai Rehabilitasi Napza Untuk Rawat Inap Korban Penyalahgunaan Narkotika

“Kami berharap Pemkab Bireuen untuk membangun balai rehabilitasi rawat inap bagi warga korban penyalahgunaan narkotika,”

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Kejari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana SH MH 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Balai rehabilitasi bagi orang-orang yang terpengaruh Napza di Bireuen sudah sangat diperlukan dan hendaknya Pemkab Bireuen membangun balai rawat inap bagi warga korban
penyalahgunaan narkotika.

Hal tersebut disampaikan Kejari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana SH MH, Selasa (06/12/2022).

“Kami berharap Pemkab Bireuen untuk membangun balai rehabilitasi rawat inap bagi warga korban penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Balai rehabilitasi katanya, sebagai upaya untuk menyelamatkan masyarakat  Bireuen, dalam hal menanggulangi penyalahgunaan narkotika.

Baca juga: 32 Obat Ini Dicabut Izin Edarnya Oleh BPOM, Termasuk Antasida Doen dan Cetirizine, Berikut Alasannya

Kejari Bireuen sudah mendorong dan menginisiasi Pemkab Bireuen, DPRK serta forkopimda, dan stakeholder lainnya agar dapat segera menyediakan atau membangun balai rehabilitasi.

“Saat ini  yang baru diselesaikan Pemda  Bireuen baru balai rehabilitasi berobat jalan.

Untuk selanjutnya kami sudah berbicara dengan Pemda, dan DPRK bahwa balai rehabilitasi itu bukan saja rawat jalan, tapi rawat inap," jelasnya.

Ditambahkan, perlunya rawat inap dikarenakan, khusus untuk pengguna narkoba secara tidak langsung nanti akan dilakukan restorative justice (RJ).

Keberadaaan balai rehabilitasi penting sekali untuk menyelamatkan warga masyarakat Bireuen, pengguna narkoba.

“Jangan hanya slogan aja cinta Bireuen itu, tapi harus ada jalan keluarnya, termasuk menyelamatkan warga terkena narkoba yang banyak ditangani sabu-sabu," ungkap Farid.

Baca juga: Heboh Soal Miss V Tak Menjepit Lagi Usai Melahirkan Normal, dr Boyke Ungkap 2 Cara Mudah Atasinya

Menyangkut mekanisme restorative justice yang akan diberikan Kejaksaan Negeri Bireuen adalah terkhusus bagi para pengguna narkoba.

Kemudian mereka di assessment oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT) oleh tim BNNK dan dokter untuk dapat dikategori sebagai pengguna.

Maka nantinya perkaranya sampai di Kejaksaan Bireuen akan diproses seperti penanganan perkara dengan keadilan restoratif (Restorative Justice) dan selanjutnya diasesmen kembali oleh pihak kejaksaan.

"Jadi tidak sembarangan juga untuk mendapatkan RJ perkara pengguna narkoba, ada syarat tertentu harus terpenuhi, dan tetap melalui asesmen secara bertahap," terang Kejari Mohamad Farid Rumdana (*)

Baca juga: Ternyata Ini Rahasia Awet Muda Ahmad Dhani, Begituan Sampai 7 Kali Seminggu, dr Boyke Benarkan?

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved