Breaking News:

Berita Pidie

Diduga Kelebihan Tetes Polio, 1 Anak di Pidie Harus Dirawat di RS, Ternyata Begini Hasilnya & Sembuh

Menurut orang tuanya, sang anak itu kelebihan tetes polio saat berlangsungnya imunisasi polio di SDN 2 Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Ka

Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL       
Sejumlah murid SDN 2 Simpang Tiga, Pidie, menjelang jam pulang, Rabu (7/12/2022) 

Menurut orang tuanya, sang anak itu kelebihan tetes polio saat berlangsungnya imunisasi polio di SDN 2 Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Kamis (1/12/2022).  

Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Satu murid SDN 2 Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Tgk Chik Di Tiro, Sigli, Pidie

Menurut orang tuanya, sang anak itu kelebihan tetes polio saat berlangsungnya imunisasi polio di SDN 2 Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Kamis (1/12/2022).  

Kegiatan ini diadakan Tim Gerak Cepat (TGC) Imunisasi Polio Dinkes Pidie,

"Anak saya saat berlangsung tetes polio itu terjadi kelebihan tetes, seharusnya dua tetes, justru menjadi empat tetes," kata orang tua murid berinisial ED kepada Serambinews.com, Rabu (7/12/2022).

Akibatnya, ED mengatakan selama tiga hari anaknya itu menjadi lemah dan sesak napas, bahkan karena tak berkurang signifikan, ia membawa anaknya ke RSUD Tgk Chik Di Tiro, Sigli, Pidie

ED mengaku sangat khawatir atas kondisi ini dan kecewa atas kelalaian pihak Tim Imunisasi Polio Dinkes Pidie. 

Baca juga: Ketua DWP Minta Anak di Pulo Aceh, Diberi Vaksin Polio Lengkap

Tanggapan tim imunisasi polio

Terkait hal ini, Juru Bicara (Jubir) Tim TGC Imunisasi Polio Dinkes Pidie, dr Dwi Wijaya, kepada Serambinews.com, Rabu (7 /12/2022) mengatakan saat mendapat informasi ini, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan secara cepat.

"Namun setelah dicek oleh tim medis, ternyata murid SDN 2 Simpang Tiga itu mengalami sakit laringitis akut atau pembekakan pada tenggorokan akibat virus, jadi bukan karena kelebihan tetes polio," ujarnya.

Dokter Dwi Wijaya mengakui murid ini sempat dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro, Sigli, Pidie, namun pada hari ini, Rabu (7/12/2022) kondisinya sudah sembuh dan diizinkan pulang. 

"Kami juga mengajak segenap elemen masyarakat mendukung dalam menyukseskan imunisasi tetes Polio ini secara maksimal agar anak Pidie terbebas dari Polio," imbaunya. 

Informasi dihimpun Serambinews.com dari berbagai sumber, laringitis akut adalah jenis laringitis yang berlangsung selama beberapa hari hingga minggu.

Pada sebagian kasus, laringitis akut bahkan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Biasanya, kondisi ini akan membaik setelah penyebabnya ditangani. (*)

Baca juga: Vaksin Polio Mulai Diberikan Pada Anak Aceh, Ini Dampak dan Risiko Bagi Anak yang Tidak Diimunisasi


 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved