Piala Dunia 2022

Ramai-ramai Dukung Maroko

Tim berjuluk ‘singa Atlas' ini menantang Portugal untuk tempat di semifinal pada Sabtu (10/12/2022) mendatang, mereka akan mendapatkan dukungan masif

Editor: bakri
Ramai-ramai Dukung Maroko - Warga-Maroko-merayakan-kemenangan-timnas.jpg
FOTO AFP
Warga Maroko merayakan kemenangan timnas mereka atas Spanyol dalam babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar di Rabat, ibu kota negara tersebut, pada Selasa (6/12/2022) malam waktu setempat.
Ramai-ramai Dukung Maroko - Euforia-Pendukung-Maroko-dan-Spanyol.jpg
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SERAMBINEWS.COM
Euforia kemenangan Timnas Maroko di Aceh, dari awalnya canda menjadi perkelahian
Ramai-ramai Dukung Maroko - Maroko-ke-8-Besar-Piala-Dunia-2022-Peluk-dan-Cium-Cinta-Hakimi-dengan-Sang-Ibu.jpg
Tangkap layar twitter ESPN
Maroko ke 8 Besar Piala Dunia 2022, Peluk dan Cium Cinta Hakimi dengan Sang Ibu
Ramai-ramai Dukung Maroko - Para-pemain-Maroko-melempar-pelatih-Maroko-Walid-Reragui-ke-udara.jpg
AFP/GLYN KIRK
Para pemain Maroko melempar pelatih Maroko Walid Reragui ke udara saat mereka merayakan akhir pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Maroko dan Spanyol di Education City Stadium di Al-Rayyan, sebelah barat Doha. Selasa (6 Desember 2022).
Ramai-ramai Dukung Maroko - Timnas-Maroko-kibarkan-bendera-Palestina-dalam-perayaan-lolos-ke-perempatfinal-Piala-Dunia-2022.jpg
Twitter/_amroali
Timnas Maroko kibarkan bendera Palestina dalam perayaan lolos ke perempatfinal Piala Dunia 2022.
Ramai-ramai Dukung Maroko - Kiper-Maroko-Yassine-Bounou-mencium-bola-saat-adu-penalti.jpg
Kolase/AFP/KARIM JAAFAR
Kiper Maroko Yassine Bounou mencium bola saat adu penalti selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar antara Maroko vs Spanyol di Education City Stadium di Al-Rayyan, barat Doha pada Selasa 6 Desember 2022.(AFP/KARIM JAAFAR)

"Mereka bermain untuk kita.

Mereka turun ke lapangan untuk semua orang Afrika," kata Mahmoud dikutip dari Deutsche Welle.

"Saya orang Mesir tapi saya di sini untuk mendukung Maroko," kata Gamal, seorang pendukung yang ditemui di Souq Waqif, salah satu titik pertemuan paling populer bagi para penggemar di Doha.

"Maroko adalah negara Arab terakhir yang tersisa di kompetisi, dan juga negara Afrika terakhir," tambahnya.

Semangat serupa dilontarkan pendukung Senegal.

Tim jagoan mereka dikalahkan habis-habisan oleh Inggris.

Meski kecewa, para suporter kini punya misi baru.

"Sekarang kami akan mendukung Maroko sampai akhir," ujar Bintou, anggota ‘12th Gainde,’ kelompok suporter yang penuh warna yang diterjemahkan sebagai ‘pemain ke-12’ dalam bahasa Wolof.

"Seluruh Senegal, seluruh Afrika, berada di belakang Maroko.

Mereka adalah tim kami sekarang dan kami berharap mereka bisa mencapai final," ucap Bontou.

Baca juga: Cinta Achraf Hakimi dengan Sang Ibu, Kembali Peluk dan Cium Ibunda Usai Bawa Maroko ke 8 Besar

Ketika Maroko menyingkirkan La Furia Roja, sekitar 15 ribu warga tumpah ruah di jalanan Souq Waqif.

Mereka tak hanya yang berasal dari Maroko, tapi juga penduduk Qatar, pendukung Senegal, Kamerun, Tunisia, dan Ghana.

Bahkan, seperti ramai terlihat di media sosial, di Aljazair sana, warganya turun ke jalan merayakan kemenangan tim Singa Atlas.

Padahal, kedua negara itu sedang tegang karena isu Sahara Barat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sementara negara mungkin bertengkar, rakyat mereka hanya fokus pada satu hal yaitu melihat Afrika dan dunia Arab bersinar di Piala Dunia, terlepas dari bagian mana.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved