Breaking News:

Advertorial

Disbudpar Aceh Beri Pelatihan Seni Kriya untuk Pelajar dan Mahasiswa

Sehingga seni kriya di Aceh dapat bersaing dengan hasil-hasil karya seni kriya lainnya di Indonesia hingga mancanegara.

Editor: IKL
For serambinews.com
Nurlaila Hamjah, S. Sos. MM, Kepala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kriya merupakan salah satu subsektor dalam insutri ekonomi kreatif, yang sangat mengandalakan ide dan kreatifitas. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh pada 22-24 Oktober 2022 menggelar pelatihan seni kriya di Banda Aceh.

Pelatihan itu diberikan kepada kalangan anak muda, yang merupakan pelajar dan mahasiswa. Pelatihan itu untuk mengasah ide dan kreativitas para peserta.

Karena dalam industri ini, kecerdasan pemikiran serta ide dari sang pengrajin adalah modal utama dalam menghasilkan produk seni kriya.

Produk-produk seni kriya yang mudah untuk dijadikan peluang usaha. Ada berbagai macam jenis yang dapat diproduksi dan dapat menjadi tombak dalam peningkatan perekonomian daerah maupun perekonomian nasional, seperti bisnis batik, bisnis gerabah, bisnis anyaman, kerajinan patung, kerajinan tenun, dan konsultan seni.

Kerajinan merupakan hal yang sangat melekat bagi masyarakat, dapat dilihat dari pakaian, aksesoris, perabotan rumah tangga serta cendramata. Namun secara khusus masyarakat masih belum mengetahui kalau produk kerajinan tersebut merupakan hasil kerajinan yang disebut dengan seni kriya (handycraft). Produk seni kriya adalah produk yang multifungsi, karena bisa dijadikan benda mainan, benda hiasan dan benda terapan.

Aceh menjadi daerah yang banyak memiliki berbagai macam budaya dan kerajinan, diantaranya kerajinan rencong, kerajinan tenun kasab dan kerajinan anyam. Atas dasar itulah Disbudpar Aceh menggelar pelatihan Seni Kriya.
Pelatihan itu dinilai sebagai langkah positif agar para generasi muda lebih meningkatkan lagi perkembangan seni kriya di Aceh.

Tujuannya agar dapat dikenal luas, karena Aceh tidak hanya dikenal dengan seni tarian saja, akan tetapi juga akan produk-produk seni kriya yang selalu mengangkat lokalitas dan seni budaya yang ada di Aceh. Perkembangan seni kriya di Aceh dapat ditingkatkan lagi dengan adanya pelatihan-pelatihan dengan mendatangkan pakar-pakar dalam bidang kriya serta usaha kecil.

Sehingga seni kriya di Aceh dapat bersaing dengan hasil-hasil karya seni kriya lainnya di Indonesia hingga mancanegara
dalam seni kriya tidak semua hasil kerajinan menggunakan bahan-bahan yang bagus, akan tetapi bisa juga menggunakan bahan-bahan sisa, atau limbah yang dapat diolah kembali menjadi karya seni yang menarik dan memiliki nilai seni serta nilai jual yang dapat bersaing di pasaran.

Kabid Seni dan Bahasa Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah mengatakan, pihaknya membuka ruang bagi pecinta seni kriya kalangan mahasiswa, pelajar dan perwakilan UKM kreatif selama tiga hari untuk mengasah skill dan belajar karya seni kerajinan berbahan rotan, anyaman dan lukis pada media gerabah.

"Kita berharap seni kreatif Aceh tetap memunculkan identitas dan ciri KeAceh-an. Peserta diharapkan akan mendapat tantangan belajar yang didampingi couch berpengalaman agar dapat menggali potensi diri sehingga lebih terampil, melahirkan karya kreatif yang menarik disukai pasar, laku dijual dalam bentuk sovenir maupun hiasan dinding atau kebutuhan lainnya," ujar Nurlaila.

Pada akhirnya akan menciptakan peningkatan ekonomi keluarga dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Katanya, karya seni yang berkualitas dapat dipasarkan dan disukai pendatang karena mencirikan daerah setempat, karenanya kita mendorong peserta untuk menciptakan kerajinan seni dengan mengedepankan filosofi dan kearifan lokal. (Adv)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved