Orang Tua Siram Anak Pakai Air Panas hingga Kulit Melepuh, Bupati Lumajang Turun Tangan

Korban yang berinisial MWS diduga dianiaya oleh kedua orang tuanya sendiri setelah ditemukan luka memar dan adanya kulit yang melepuh di wajah korban.

Editor: Faisal Zamzami
SHUTTERSTOCK
kekerasan seksual anak 

SERAMBINEWS.COM - Seorang anak berusia enam tahun di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditemukan pamannya dalam kondisi menyedihkan.

MWS (6) ditemukan dalam keadaan terdapat luka melepuh di kulit serta ada luka memar di wajahnya.

Pamannya, Janoto, yang pertama kali mengetahui kondisi keponakannya tersebut pun melaporkan ke pihak desa.

Korban yang berinisial MWS diduga dianiaya oleh kedua orang tuanya sendiri setelah ditemukan luka memar dan adanya kulit yang melepuh di wajah korban.

Kedua orang tua korban diduga menyiramkan air panas ke korban dan melakukan penyekapan.


Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hari Siswanto menjelaskan kasus penganiayaan ini pertama kali diketahui oleh paman korban, Janoto.

"Kala itu paman mencari keberadaan korban yang katanya dititipkan di rumah seorang guru. Namun sang paman mendapati korban di rumah dengan luka di tubuh korban. Paman korban bernama Janoto langsung melaporkannya ke pihak desa dan meneruskannya ke kami," terangnya dikutip dari TribunJatim.com.

Kedua orang tua korban sudah dipanggil polisi dan kasus ini sedang dalam proses pemeriksaan.

"Kedua orangtua korban tengah dipanggil dan tengah menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Lumajang," jelasnya.

Baca juga: Sering Menangis, Ibu Muda di Tanah Bumbu Tega Aniaya Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Hasil pemeriksaan Rumah Sakit

Setelah korban dirawat dan diperiksa di RSUD dr. Haryoto Lumajang terungkap fakta jika kasus penganiayaan ini telah dilakukan orang tua korban lebih dari sepekan yang lalu.

Kepala Tim Perawat Jaga RSUD dr Haryoto Lumajang, Ade Mulyantoro menjelaskan luka bakar pada tubuh korban sudah mengering.

"Luka bakar di punggung dan di dada sebelah kiri, luka bakar lama gread 2A sedalam epidermis, kalau baru tidak mungkin seperti itu karena sudah ada bekas luka yang sudah mengering," ujarnya pada Minggu (11/12/2022) dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya dari luka bakar yang ada pada tubuh korban dapat disimpulkan jika aksi penganiayaan sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu.

"Lebih dari seminggu ya itu, karena kalau luka bakar seperti itu biasanya cepat kalau penanganannya betul," pungkasnya.

Baca juga: Fakta Ibu Aniaya Anak 6 Tahun hingga Tewas, Korban Sering Dipukul Pakai Gagang Sapu Selama 2 Tahun

Bupati Lumajang turun tangan

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan pemerintah daerah Lumajang akan membiayai seluruh pengobatan korban.

"Biaya akan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah melalui rumah sakit ini (RSUD dr. Haryoto)," ungkapnya pada Sabtu (10/12/2022) dikutip dari Kompas.com.

Ia mengaku sudah melihat langsung kondisi korban dan membenarkan jika terdapat banyak bekas luka di tubuh korban.

Saya tadi melihat langsung kondisinya ada beberapa luka bakar, lebam dan kondisi fisiknya ada banyak bekas akibat kekerasan," tambahnya.

Thoriqul Haq menjelaskan kondisi mental korban perlahan mulai membaik setelah sebelumnya enggan untuk berbicara.

"Saya juga minta kepada rumah sakit untuk mendampingi dengan tim psikologi anak, juga Dinsos untuk terus memantau dan melakukan pendampingan khusus," terangnya.

Ia juga meminta korban diberikan perawatan intensif hingga korban dinyatakan sembuh total.

"Saya minta kepada rumah sakit untuk korban ini ditempatkan di tempat perawatan khusus sehingga proses perawatannya bisa intens terus dilakukan pokoknya harus sampai sembuh," imbuhnya.

Baca juga: Putri Candrawathi Sebut Brigadir J Dua Kali Paksa Angkat Tubuhnya ke Kamar, Yosua Selalu Mendampingi

Baca juga: 6 Tingkah Lucu Cucu Jokowi di Pernikahan Kaesang dan Erina, Pakai Singlet hingga Asyik Berjoget

Baca juga: Dukung UMKM, Istri Pj Gubernur Aceh Ikut Promosikan Produk

Tribunnews.com: Kasus Orang Tua Siram Anak Pakai Air Panas hingga Alami Luka Bakar, Bupati Lumajang Turun Tangan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved