Internasional
Nakes Positif Dipaksa Kerja Kasus Covid-19 Melonjak di China, Warga Borong Buah Persik
Dokter dan perawat di China diperintahkan untuk tetap bekerja meski positif Covid-19 di tengah lonjakan pasien yang terinfeksi virus corona
Menurutnya, hampir 800 orang datang ke rumah sakit tiap hari.
"Rumah sakit kami sudah menampung banyak pasien.
Setiap hari 700-800 orang datang dengan keluhan demam.
Kami kehabisan stok obat-obatan untuk demam dan batuk.
Saat ini kami sedang menunggu pasokan obat dari pemasok.
Beberapa perawat di klinik demam positif Covid-19, tak ada langkah perlindungan yang berarti bagi staf rumah sakit dan saya yakin ke depan banyak dari kami yang bakal terinfeksi," jelasnya.
Pakar kesehatan pun menilai pelonggaran kebijakan di China belakangan ini bakal memicu lonjakan kasus dalam beberapa bulan ke depan.
Dilaporkan, warga di China memborong buah persik kalengan dan sejumlah obat-obatan kala kasus Covid-19 di negara itu melonjak.
CNN laporkan, warga meyakini buah persik mampu melawan Covid-19.
Sejak dulu, warga China memang menganggap buah persik bergizi tinggi di balik rasanya yang lezat.
Begitu laku hingga stok kerap habis, salah satu produsen persik kalengan terbesar di China, Dalian Leasun Food, sampai harus mengklarifikasi bahwa buah itu tak bisa mengobati penyakit.
"Buah persik kalengan bukanlah obat! Stok memadai, jadi tidak perlu panik.
Tidak usah terburu-buru beli," tulis perusahaan dalam unggahan pada Jumat.
People's Daily, media Partai Komunis China, juga ikut meluruskan isu yang beredar soal buah persik.
Melalui Weibo, People's Daily menegaskan buah persik kalengan "tidak bisa mengurangi gejala penyakit.
" Di samping itu, otoritas berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menimbun pasokan medis. (CNN Indonesia)
Baca juga: Tentara India dan China Bentrok Lagi, Beijing Coba Ubah Status Quo Perbatasan yang Disengketakan
Baca juga: Beijing Kembali Hidup dari Kota Mati, Tidak Diperlukan Lagi Tes Covid-19