Internasional
Misteri Malaysia Airlines MH370, Temuan Puing Pesawat di Madagaskar dan Teori Pilot Bunuh Diri
Pesawat Malaysia Airlines MH370 dinyatakan hilang kontak dan sampai sekarang keberadaan dan penyebabnya masih menjadi misteri
Delapan tahun lalu, pesawat Malaysia Airlines MH370 dinyatakan hilang kontak dan sampai sekarang keberadaan dan penyebabnya masih menjadi misteri.
Pesawat Boeing 777 yang mengangkut 239 penumpang itu diketahui terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia, dengan tujuan akhir ke Beijing, China.
Kabar terakhir, puing pesawat ditemukan di Madagaskar.
PUING diduga dari pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370 yang jatuh pada 8 Maret 2014 dan dinyatakan hilang dilaporkan ditemukan di Madagaskar.
Puing yang diduga bagian pintu landing gear MH370 itu ditemukan pada 2017.
Namun, nelayan tersebut baru melaporkannya pada November 2022.
Nelayan itu tidak menyadari betapa pentingnya potongan rongsokan yang dia temukan itu, sebab dari pertama ditemukan sampai sekarang, potongan pesawat tersebut digunakan oleh istrinya sebagai papan mencuci pakaian.
Penemuan itu terungkap dalam laporan baru pada minggu ini oleh insinyur Inggris, Richard Godfrey dan pemburu rongsokan MH370, Blaine Gibson.
Bagian pesawat yang ditemukan nelayan Madagaskar itu dikenal sebagai ‘Trunnion Door’.
Mereka menyebut, pintu itu kemungkinan rusak dari dalam, akibat mesin pesawat pecah akibat benturan.
Hal itu menunjukkan bahwa roda pendaratan mungkin sedang turun saat pesawat menabrak Samudera Hindia.
Selama pendaratan darurat di atas air, pilot dilatih untuk menarik kembali roda pendaratan pesawat dan menurunkan tutupnya untuk memastikan pendaratan yang terkendali dan berkecepatan rendah.
Baca juga: Terbang Dari Malaysia, Puing Pesawat MH370 Ditemukan di Madagaskar, Apa Penyebabnya Jatuh?
Baca juga: Puing Malaysian Airlines MH370 Ditemukan di Madagaskar, Kuatkan Teori Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat
Namun sayap pada MH370 diyakini tidak ditarik untuk memperlambat kecepatan pesawat dan memperpanjang peralatan pendaratan.
Ini akan menyebabkan runtuhnya badan pesawat begitu pesawat menghantam laut dengan kecepatan tinggi.
Menaruh roda pendaratan juga akan meningkatkan kemungkinan sebuah pesawat tenggelam dengan cepat, mengurangi waktu evakuasi bagi para penyintas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MH370-DAN-SANG-PILOT.jpg)