Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Arab Saudi Latih Remaja dan Pemuda Menunggangi Kuda Sambil Membawa Sebilah Pedang

Kerajaan Arab Saudi melatih para remaja dan pemuda negaranya untuk menunggangi Kuda sambil membawa sebilah pedang.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Pementasan diawali dengan lantunan yang dulunya digunakan untuk membangunkan prajurit yang sedang menghadapi musuh. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi melatih para remaja dan pemuda negaranya untuk menunggangi Kuda sambil membawa sebilah pedang.

Hal itu dilakukan oleh Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah dengan membuka pendaftaran untuk prakarsa “Diriyah, Bayt Al-Ardah” ketiga.

Bekerjasama dengan Badan Nasional Ardah Arab Saudi, bagian dari Yayasan Penelitian dan Arsip Raja Abdulaziz.

Selama program, pemuda Arab Saudi akan dilatih dalam nuansa gaya tarian perayaan tradisional oleh penampil terbaik Kerajaan, Saudi Press Agency melaporkan pada Rabu (21/12/2022).

Inisiatif ini menyambut pemuda Arab Saudi berusia 12 sampai 17 tahun yang ingin menerima pelatihan Ardah di salah satu dari empat kursus pelatihan pendidikan tiga hari yang diadakan pada Februari 2023.

Di akhir setiap kursus, lima peserta pelatihan akan dipilih untuk penilaian akhir.

Sebanyak 20 finalis yang lulus penilaian panel yang mencakup lima elemen inti Ardah (bendera, pakaian, pedang, genderang, dan pawai Saudi), akan diberi penghargaan pada upacara Maret untuk menandai berakhirnya inisiatif.

Baca juga: Kuda Ini Selamatkan Sekelompok Pemuda dari Maut, tak Mau Berpindah di Tengah Jalan Meski Diklakson

Diadakan di rumah bersejarah Pangeran Thunayyan bin Saud di Situs Warisan Dunia UNESCO At-Turaif, prakarsa ini bertujuan memperkuat hubungan generasi berikutnya dengan budaya dan sejarah Diriyah.

Salah satu dari beberapa program keterlibatan masyarakat yang didirikan untuk melestarikan dan melindungi warisan Arab Saudi, prakarsa “Diriyah, Bayt Al-Ardah” DGDA untuk lebih mempopulerkan bentuk tarian di kalangan anak muda Arab Saudi.

Ardah merupakan salah satu tradisi pertunjukan terkemuka Kerajaan, dan pada tahun 2015 ditambahkan ke Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Di Ardah, pementasan diawali dengan lantunan yang dulunya digunakan untuk membangunkan prajurit yang sedang menghadapi musuh.

Para pemain yang mengenakan kostum tradisional kemudian melakukan tarian dengan pedang mengikuti irama gendang.

Awalnya, Ardah dilakukan hanya oleh laki-laki dari suku Shammar di wilayah Najd tengah sebelum berperang.

Baca juga: Musim Pacuan Kuda Musim Panas Arab Saudi di Taif Ditutup, Dilanjutkan ke Riyadh

Namun saat ini dilakukan pada perayaan, pernikahan, dan acara budaya nasional oleh semua suku.

Menggabungkan puisi dengan pertunjukan pedang yang ahli, tarian Ardah melambangkan kesetiaan dan kebanggaan Arab Saudi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved