Kamis, 7 Mei 2026

Berita Bireuen

Doa dan Zikir Bersama Peringatan 18 Tahun Tsunami Aceh, Kaum Ibu Larut dalam Deraian Air Mata

Kaum ibu saat mengikuti zikir dan doa bersama terlihat air matanya berderai, wajahnya sendu dan sesekali mengusap wajahnya dan kembali larut dalam doa

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Sejumlah kaum ibu terlihat sedih dan mengeluarkan air mata saat mengikuti doa dan zikir bersama memperingati 18 tahun musibah tsunami di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Senin (26/12/2022). 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Memperingati 18 tahun musibah gempa dan tsunami Aceh, Pemkab Bireuen pada Senin (26/12/2022), menggelar doa dan zikir bersama.

Sejumlah kaum ibu saat mengikuti zikir dan doa bersama terlihat air matanya berderai, wajahnya sendu dan sesekali mengusap wajahnya dan kembali larut dalam kekusyukan doa bersama.

Sementara kaum bapak lebih banyak tertunduk lesu mengikuti samadiah bersama tersebut.

Kegiatan yang mengambil tempat di Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen dihadiri Pj Bupati Bireuen diwakili Sekdakab Bireuen, Ir Ibrahim Ahmad, MSi, para kepala dinas, badan, kantor, camat  serta para pegawai dan sejumlah anggota DPRK.

Juga dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rektor Umuslim, Dr Marwan MPd, Kankemenag Bireuen, serta para mahasiswa, santri maupun siswa.

Doa serta zikir bersama dipimpin Tgk H Muhammad Ishaq atau lebih dikenal dengan panggilan Abon Cot Tarom.

Sedangkan tausiah disampaikan Tgk Taufikur Rahmi Nurdin, SE.

Saat zikir dan doa bersama, sejumlah kaum ibu terlihat dengan wajah sendu dan beberapa
di antaranya terlihat wajah sedih dan mengeluarkan air mata mengingat musibah 18 tahun lalu.

Ada beberapa kaum ibu berusia lanjut berkali-kali menyapu air mata dengan kain mukenanya dan larut dengan doa bersama.

Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Anwar, SAg, MAP mengatakan, tujuan diselenggarakannya peringatan tsunami ini adalah sebagai refleksi (introspeksi diri/muhasabah) terhadap kejadian gempa bumi dan tsunami serta bencana lainnya. 

Doa dan zikir diadakan untuk mengenang musibah besar yang terjadi di Aceh 18 tahun lalu, serta mendoakan agar para korban tsunami ditempatkan pada tempat yang mulia oleh oleh Allah SWT.

Kegiatan zikir dan doa bersama itu dilaksanakan dengan khidmat bersama pegawai Pemkab Bireuen yang hadir mencapai 500 orang lebih.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved