Jurnalisme Warga
Lammod Ta Noi, Komunitas Mayoritas Muslim di Thailand
Lammod Ta noi Community adalah salah satu komunitas masyarakat yang terdapat di Distrik Nong Chok, Thailand mayoritas beragama Islam
OLEH RISMAYANI, Mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Bangkok, Thailand
LAMMOD Ta noi Community adalah salah satu komunitas masyarakat yang terdapat di Distrik Nong Chok, Thailand.
Masyarakat yang tinggal di distrik ini mayoritas beragama Islam.
Mata pencaharian masyarakat Lammod Ta noi Community adalah sebagai petani dan nelayan.
Mereka mendapatkan nafkah dari hasil bertani dan menangkap ikan yang mereka jual ke pasar.
Mereka menangkap ikan bukan di laut, melainkan di saluran irigasi atau got besar.
Got tersebut berukuran lebih kecil sedikit dari irigasi dan terletak di pinggir badan jalan.
Di dalam got tersebut terdapat banyak ikan sejenis ikan bandeng serta di atas gotnya banyak ditumbuhi teratai.
Hasil pertanian mereka berupa tanaman padi dan kangkung yang dikumpulkan ketika sudah waktunya layak dipanen.
Lalu, mereka bungkus dan sterilkan hasil tanaman tersebut kemudian baru dijual atau diletakkan di pasar dan dijadikan uang.
Selain itu, padi dari daerah Nong Chok sangat terkenal karena cita rasanya yang begitu lezat.
Bentuk padi yang sudah menjadi beras di daerah tersebut sangat mirip dengan beras yang berasal dari Timur Tengah (basmati), bentuknya memanjang dan lebih gepeng sedikit dibanding beras pada umumnya yang terdapat di Indonesia.
Baca juga: Sheikhul Islam, Organisasi yang Mewadahi Muslim Thailand
Baca juga: 10 Ribu Ton Beras Thailand akan Masuk Aceh, Distanbun Kembangkan IOT untuk Produksi Bawang & Cabai
Kemudian, harga beras di sini lebih murah sedikit dari harga beras yang terdapat di Indonesia.
Kisaran perbedaan harganya sekitar Rp20.000 lebih murah jika dikorversi ke rupiah.
Para anak-anak yang tinggal di Lammod Ta noi Community tersebut bersekolah terlebih dahulu selama dua tahun di tingkat Tadika (sebutan masyarakat daerah tersebut untuk Taman Kanak- Kanak atau TK) dan SD kemudian setelah itu baru melanjutkan ke tingkat SMP dan SMA.
Anak anak yang sekolah di sini berasal dari sebagian anak Melayu dan penduduk asli Thailand.
Di sekolah tersebut mereka juga dilatih untuk bisa berbahasa Arab, Inggris, dan Melayu.
Masyarakat yang hidupnya berkecukupan bisa membayar guru les privat khusus bahasa kepada anak-anaknya di luar kegiatan pendidikan formal.
Kemudian mereka bisa melanjutkan pendidikan anak- anak mereka ke tingkat yang lebih lanjut, yaitu universitas.
Akan tetapi, bagi keluarga yang dari latar belakang ekonomi ke bawah mereka hanya memberi pendidikan kepada anakanak mereka sampai tingkat SMA.
Oleh karena itu, anak-anak yang sudah disekolahkan privat khusus oleh orang tuanya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik sehingga kesejahteraan ekonominya juga membaik.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu penduduk di permukiman tersebut saat saya wawancarai.
Akan tetapi, bagi anak yang berasal dari keluarga yang ekonominya menengah dan ke bawah belum bisa seberuntung itu.
Ada sebagian yang anak-anaknya memiliki kapasitas bahasa Arab yang baik mereka diterima menjadi pengajar bagi anak-anak kecil penduduk muslim yang mengaji di permukiman tersebut sehingga dari pekerjaan tersebut tidak membuat anak-anak mereka menganggur.
Di permukiman Lammod Ta noi terdapat sebuah mesjid bernama Yam Ul Ikhwan yang diwakafkan oleh pemerintah kepada masyarakat desa tersebut.
Baca juga: Rektor USK Presentasikan Nilam di Konferensi Internasional IMT-GT Thailand
Masjid ini digunakan sebagai tempat untuk pendidikan nonformal bagi masyarakat sekitar.
Pendidikan nonformal yaitu berupa beberapa program yang mengajarkan tentang Al-Qur’an, di antaranya 1) qari atau tilawah (mengaji dengan suara merdu dan menggunakan irama tertentu); 2) tahsin yaitu membaca ayat Al-Qur’an dengan makahrijul huruf yang baik dan benar sehingga mengantarkan kepada kefasihan dalam membaca ayat Al-Qur’an; 3) tahfiz, yaitu menghafal ayat-ayat Qur’an; dan 4) nasyid yaitu berselawat dengan membentuk grup tertentu, tetapi dengan berbagai macam irama yang dikolaborasikan.
Program-program tersebut adalah inisiatif dari para pengurus Masjid Yam Ul Ikhwan untuk membentuk bakat serta menambah minat anak-anak muslim yang ada di desa tersebut.
Program tersebut tidak mendapat dana sponsor dari pemerintah Bangkok, melainkan semua dananya murni berasal dari para pengurus masjid setempat.
Program tersebut dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu dikarenakan hari tersebut merupakan hari libur sekolah di daerah ini, sehingga semua anak bisa mengikuti program tersebut.
Mereka diajar oleh seorang guru dari setiap program.
Kebanyakan guru yang mengajarkan program Al-Qur’an tersebut sudah mendapat pengalaman dan pengetahuan ‘basic’ di bidang Al-Qur’an serta bisa berbahasa Arab.
Semua kegiatan yang dilakukan di Lammod Ta noi berupa kegiatan yang mengarah kepada komunitas atau masyarakat muslim.
Kendati demikian, di sana juga terdapat masyarakat yang beragama Buddha, Hindu, dan Kristen.
Akan tetapi, setiap kegiatan masyarakat muslim tersebut tidak mengganggu atau menimbulkan perpecahan antarumat beragama di Thailand.
Mereka rukun dan hidup dan harmoni dan toleransi yang tinggi.
Kemudian, dalam setahun atau beberapa tahu sekali para Pengurus Masjid Yam Ul Ikhwan juga mengadakan event berupa perlombaan berbagai bidang Al-Qur’an.
Hal tersebut dilakukan untuk memberikan apresiasi serta motivasi bagi anakanak yang sudah mengikuti berbagai program tersebut.
Perlombaan tersebut mencakup murattal, tilawah, tahfiz, dan nasyid.
Selain itu, tujuan diadakan event-event tersebut adalah untuk mengevaluasi tingkat minat dan bakat anak-anak yang sudah mengikuti program Al-Quran tersebut.
Pendeknya, syiar Islam begitu hidup dan terpancar nyata di sini. (rismayania6@ gmail.com)
Baca juga: Guru SDN Lam Awee Ikut Young Scholars Seminar di Thailand, Bersama 14 Peneliti Muda dari 7 Negara
Baca juga: Gurih Meresap! Resep Sayap Ayam Panggang Thailand Ala Chef Devina Hermawan, Mudah Dicoba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/RISMAYANI-Mahasiswi-Fakultas-Syariah-dan-Hukum-UIN-Ar-Raniry.jpg)