Selasa, 14 April 2026

Berita Bireuen

Warga Gandapura Peringati 18 Tahun Musibah Tsunami Aceh

Salah satu kawasan di Bireuen yang rusak dan hancur diterjang tsunami antara lain DesaLapang Timu, Desa Ie Rhop dan beberapa desa lainnya di Gandapura

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Seorang ibu sedang makan kenduri sambil mengenang anggota keluarganya yang menjadi korban tsunami 18 tahun lalu di Gandapura, Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ratusan warga, masyarakat nelayan dari berbagai desa di Gandapura Bireuen, Senin (26/12/2022) padati tepi pantai di Dusun  H Fatan, Desa Lapang Barat, Gandapura Bireuen, kehadiran warga tersebut memperingati 18 tahun tsunami yang memporak-porandakan sejumlah desa di pesisir Gandapura waktu itu.

Pertemuan yang diawali doa bersama, santunan anak yatim dan diakhiri dengan makan kenduri bersama dihadiri Panglima Laot Kabupaten Bireuen, Badruddin, Muspika Gandapura dan juga ratusan undangan lainnya di kawasan pendaratan ikan tradisional di desa tersebut.

Amatan Serambinews.com, ratusan warga berdatangan ke lokasi yang berjarak sekitar 1,5 KM arah utara Keude Gandapura, panitia menyediakan beberapa teratak besar untuk para tamu dan makan bersama.

Ketua panitia pelaksana kegiatan  Dedi Darma (42) yang didampingi sejumlah panitia lainnya dan warga mengatakan, kegiatan memperingati musibah tsunami dilaksanakan di tempat tersebut sudah berlangsung ke tiga kali dengan tahun ini.

Lokasi tersebut, salah satu kawasan yang rusak dan hancur diterjang tsunami selain Lapang Timu, Desa Ie Rhop dan beberapa desa lainnya di Gandapura.

Kegiatan katanya diawali dengan doa bersama dihadiri berbagai unsur, kemudian menyantuni anak yatim dan diakhiri dengan makan kenduri bersama.

Panglima laot Bireuen, Badruddin mengatakan, setiap kecamatan menggelar doa bersama memperingati musibah tsunami termasuk di Gandapura Bireuen.

“Masing-masing kecamatan menggelar doa diikuti masyarakat nelayan dan juga masyarakat desa dan undangan lainnya,” ujarnya.

Doa bersama peringatan tsunami adalah mendoakan agar korban musibah 2004 lalu mendapat tempat yang mulia, kemudian menjadi peringatan bagi semua orang untuk meningkatkan keimanan dan juga terus membangun kebersamaan.(*)

Baca juga: Penanganan Stunting, Bireuen Launching Aplikasi LEUPI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved