Kamis, 9 April 2026

Pertanian

Petani dan Penyuluh Teladan Terima Penghargaan dari Pj Gubernur Aceh

Kepada petani dan penyuluh yang malam ini belum mendapat penghargaan dari Pj Gubernur Aceh, Ahcmad Marzuki

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Pj Gubernur Aceh, Ahcmad Marzuki, foto bersama dengan para petani dan penyuluh pertanian berprestasi 2022, di Hotel Hermes Rabu (28/12) malam. 

Laporan Herianto l Banda Aceh
 
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, pada Rabu (28/12) malam di Hotel Hermes menyerahkan penghargaan kepada puluhan orang petani dan penyuluh teladan berprestasi tahun 2022.

“Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi dan rasa terima kasih Pemerintah Aceh kepada para petani dan penyuluh yang sudah memberikan kinerja terbaiknya untuk peningkatan produksi dan penyediaan ketahanan pangan lokal dan nasional,” kata Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dalam pidato pengarahan, pada acara Apreasiasi Insan Pertanian Berprestasi Tingkat Provinsi Tahun 2022, di Hotel Hermes Rabu (28/123) malam di Banda Aceh.

Atasi Hama Tanaman, Satgas TMMD Kodim 0102 Pidie Gandeng Penyuluh Lancarkan Sosialisasi

Achmad Marzuki mengatakan, acara yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh ini, sangat saya sukai. Alasannya, tugas menjadi petani dan penyuluh itu sangat berat. Karena, jika petani dan penyuluhnya tidak bekerja bagus, ketersediaan pangan lokal dan nasional bisa kacau.

Contohnya, ketika Bulog mengimpor beras dari luar negeri, banyak pihak yang mengomentarinya, kenapa impor beras, sedangkan produksi gabah petani cukup banyak.

Pemerintah mengimpor beras, bukan untuk menjatuhkan harga gabah dan beras petani, tapi untuk penyediaan stok pangan nasional jangan sampai menipis, dalam menghadapi prubahan iklim yang sangat ekstrem di berbagai belahan dunia, yang dapat mengancam ketersediaan stok pangan nasional menjadi tidak pasti, dari pasokan lokal dan antar daerah.

Impor beras itu, untuk jaga-jaga, ketika produksi pangan nasional menurun. Fungsinya, pada saat harga beras ditingkat perdagangan bergerak naik, seperti jelang tahun baru 2023 ini, belum ada panen padi, masih memasuki tanam padi gadu, beras diimpor itu, bisa dijadikan sebagai beras operasi pasar murah untuk stabilisasi harga di tingkat pedagang beras dan masyarakat.

Pemerintah Pusat, kata Ahmad Marzuki, tidak ingin komoditi beras dijadikan komoditi yang meresahkan masyarakat, karena itu begitu stoknya mulai menipis, dilakukan pasokan dari luar negeri, ketika stoknya sudah kembali melimpah, akan diekspor. Keseimbangan pasokan dengan konsumsi itu perlu diukur secara terperinci, agar tidak menimbulkan keresahan dan kegelisahan di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, para petani dan penyuluh, yang telah mendarmabaktikan pikiran dan tenaganya untuk peningkatan produksi pangan, guna menjamin ketahanan pangan lokal dan nasional, sudah sepantasnya mereka diberikan penghargaan dan apresiasi,” pungkas Ahmad Marzuki.

Sementara itu, Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, dalam sambutannya mengatakan, acara apresiasi Insan Pertanian Berprestasi Tingkat Provinsi ini, hampir setiap tahun dilaksanakan Distanbun Aceh, untuk memberikan  rasa terima kasih dan apresiasi Pemerintah Aceh atas prestasi yang telah diberikan para petani dan penyuluh untuk peningkatan produksi dan ketahanan pangan lokal dan nasional.

Cut Huzaimah mengatakan, dalam pemberian penghargaan kepada petani dan penyuluh, ada beberapa katagori. Di antaranya Katagori Penyuluh Pertanian PNS Teladan, juara I diraih Iswadi AMD dari Pijay, juara II Mutia Cut, SPI dari Aceh Utara, Juara III Nurhasanah Damanik, SP dari Aceh Tamiang

Untuk katagori, Penyuluh Pertanian THL TB PP Teladan, juara I diraih Jasmanuddin SPt, juara II dan III kosong. Katagori Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan, juara I diraih Indrayani, dari Aceh Selatan, juara II Endi, dari Aceh Tengah, jura III kosong.

Kategori Petani Berprestasi, juara I diraih Rasidin Kombih dari Aceh Singkil, juara II M Radialam Purba, dari Aceh Tengah, juara III Tgk Nurdin Daud dari Aceh Jaya. Katagori Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berprestasi, jura I diraih Gapoktan Bunga Mawar Aceh Besar, jura II dan III nya kosong. Katagori Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Berprestasi, juara I BPP Datu Beru, dari Bener Meriah, Juara II, BPP Johan Pahlawan dari Aceh Barat dan juara III, BPP kebanyakan dari Aceh Tengah.

Kepada petani dan penyuluh yang malam ini belum mendapat penghargaan dari Pj Gubernur Aceh, Ahcmad Marzuki, kata Kabid Penyuluh Distanbun Aceh, Ir Mukhlis,  diharapkan perjuangannya untuk peningkatan produksi dan penyediaan pangan lokal dan nasional serta ketahanan pangan nasional, tidak berhenti setelah menerima penghargaan, melainkan mari terus berprestasi bersama para penyuluh dan petani yang belum berprestasi.

“Sedangkan kepada para petani dan penyuluh yang belum mendapat penghargaannya dari Pemerintah Aceh pada tahun 2022 ini, jangan berkecil hati, terus tingkatkan semangat kerja mu untuk bisa berprestasi, agar pada tahun depan, bisa mendapat penghargaan yang sama dari Pemerintah Aceh, ” pungkas Mukhlis.(*)

Haji Uma Sambangi Kantor BPK Perwakilan Aceh, Bahas Evaluasi Laporan Keuangan

Begini Data Corona di Lhokseumawe Selama 2020-2021, 1.692 Warga Terpapar dan 80 Orang Meninggal

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved