Rusia Serang Ukraina
Tentara Rusia yang Disuruh Putin Bertempur di Ukraina Hajar Komandannya Sampai Tewas
Pengadilan militer Magnitogorsk memutuskan bahwa sersan tersebut akan tetap ditahan selama dua bulan atas tuduhan melakukan tindakan kekerasan terhada
SERAMBINEWS.COM - Seorang tentara Rusia mabuk yang direkrut sebagai bagian dari upaya mobilisasi Presiden Vladimir Putin untuk mendukung serangan ke Ukraina menghajar komandannya sampai tewas di atas kereta militer, menurut pejabat pengadilan.
Serangan mematikan itu terjadi Jumat lalu di wilayah Chelyabinsk Rusia seperti dilansir News York Post.
Menurut penyelidik, sersan staf yang tidak disebutkan namanya itu sedang duduk di gerbong kereta yang disediakan untuk anggota militer ketika dia menyerang seorang kapten yang juga dipanggil berdasarkan perintah wajib militer.
Petugas itu dinyatakan meninggal karena luka-lukanya di stasiun kereta Misyash. Dia belum teridentifikasi.
• Rusia Luncurkan 16 Drone Kamikaze ke Ukraina Dalam Semalam, Kiev Tuduh Moskow Barbar
Pengadilan militer Magnitogorsk memutuskan bahwa sersan tersebut akan tetap ditahan selama dua bulan atas tuduhan melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang komandan selama mobilisasi, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara, menurut pejabat pengadilan.
Pada bulan September, Presiden Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi 300.000 cadangan untuk mendukung pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina.
Sejak itu, ada laporan luas tentang wajib militer yang tidak puas mabuk dan berkelahi dengan sesama prajurit dan perwira.(*)
• Seribuan Warga Meunasah Capa Bireuen Ikut Jalan Sehat
• Ketum YDBUL Resmi Tutup Bimtek Kurikulum Merdeka MUQ Langsa
• Tak Dinafkahi dan Dikhianati Suami, Wanita Hamil 4 Bulan Nekat Jalan Kaki Sejauh 600 Km ke Bangkok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tentara-Rusia-berpatroli-di-teater-drama-Mariupol.jpg)