Kamis, 9 April 2026

Internasional

Museum Madinah Pamerkan Perjalanan Nabi Muhammad Melalui Artefak Langka

Museum Madinah, Arab Saudi telah menjadi lanskap lengkap perjalanan Nabi Muhammad melalui sejumlah artefak langka dan video interaktif.

Editor: M Nur Pakar
Arab News/Hamza Mahmoud Hasan
Pameran Masjid Nabawi memberikan konteks dan latar belakang jamaah perjalanan Nabi Muhammad ke Madinah pada tahun 622, yang dikenal sebagai Hijrah, melalui artefak dan manuskrip. 

SERAMBINEWS.COM, MADINAH - Museum Madinah, Arab Saudi telah menjadi lanskap lengkap perjalanan Nabi Muhammad melalui sejumlah artefak langka dan video interaktif.

Apalagi, Madinah telah lama menjadi mercusuar cahaya dan ilmu.

Para jamaah dan pengunjung dapat membuktikan kedamaian yang mereka temukan di kota suci yang tenggelam dalam lingkaran cahaya.

Madinah telah membuat langkah besar dalam beberapa tahun terakhir ini untuk memantapkan dirinya sebagai tempat yang ideal untuk museum dan tempat belajar.

Para sarjana berkumpul di sini untuk menavigasi jalan yang dilalui Nabi Muhammad dan mempelajari lanskap serta manuskrip yang disimpan di dalam kota.

Kompleks Raja Abdulaziz untuk Perpustakaan Wakaf, yang terletak di dalam Universitas Islam Madinah merupakan bangunan mewah berwarna terang yang dindingnya memuat prasasti Arab yang rumit.

Kompleks ini menyimpan koleksi manuskrip yang mengesankan dan tak ternilai harganya serta salinan Alquran yang langka dan indah, karpet, dan deretan artefak dalam kotak kaca tertutup.

Video Interaktif di Museum Madinah, Arab Saudi
Pengunjung memperhatikan layar interaktif tentang perjalanan Nabi Muhammad di Museum Madinah, Arab Saudi,

Baca juga: Kota Madinah Presentasikan Kota Pintar di Smart City Expo World Congress 2022 Barcelona

Fahd Al-Wahbi, Sekretaris Jenderal Komplek Raja Abdulaziz kepada Arab News, Sabtu (31/12/2022) mengatakan :

“Kompleks King Abdulaziz untuk Perpustakaan Wakaf merupakan entitas pemerintah yang didirikan berdasarkan keputusan Dewan Menteri pada tahun 1437."

"Itu diawasi oleh dewan pengawas dipimpin oleh Gubernur wilayah Madinah dan secara organisasi terkait dengan Dewan Menteri Arab Saudi."

“Kompleks ini ingin melestarikan manuskrip dan barang berharga serta menyediakannya bagi pengunjung."

"Pameran ini menjadi bagian dari kepemilikan yang dipegang oleh kompleks tersebut.”

Pada tahun 2021, Al-Wahbi, di bawah kepemimpinan Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulaziz, gubernur wilayah Madinah, memimpin rapat pertama dewan pengawas kompleks tersebut.

Pusat Digitalisasi dan Katalog didirikan, mendorong digitalisasi dan pengindeksan manuskrip, buku langka, dan koleksi berharga yang ada di dalamnya.

Pertemuan tersebut juga mendirikan Journal of the King Abdulaziz Complex for Endowment Library, sebuah jurnal ilmiah, untuk menerbitkan penelitian tentang studi khusus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved