Kamis, 16 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

89 Tentara Rusia Tewas Diserang Roket Ukraina, Kemhan Salahkan Ponsel

Kemhan Rusia mengatakan, faktor utama dari serangan roket Ukraina itu disebabkan karena ada tentara Rusia yang menggunakan ponsel secara ilegal.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/GENYA SAVILOV
Polisi Ukraina berjalan melewati puing-puing tank Rusia dan peralatan personel yang hancur di desa Dmytrivka, Kyiv barat, 2 April 2022. Pada Rabu (4/1/2023), Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sebanyak 89 tentara Rusia tewas dalam serangan Ukraina di Kota Makiivka di wilayah Donetsk yang dikuasai Moskwa. Ini pengakuan langka terkait kerugian Rusia di medan perang. 

SERAMBINEWS.COM, KYIV – Sebanyak 89 tentara Rusia tewas akibat serangan roket Ukraina di Makiivka, sebuah daerah di wilayah Donetsk yang dikuasai Moskwa, saat malam tahun baru.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan, faktor utama dari serangan roket Ukraina itu disebabkan karena ada tentara Rusia yang menggunakan ponsel secara ilegal.

Kemhan Rusia menambahkan, ada aturan di mana tentaranya dilarang menggunakan ponsel di medan perang, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (4/1/2023).

 “Sudah jelas bahwa alasan utama dari apa yang terjadi adalah pengaktifan dan penggunaan, bertentangan dengan larangan, ponsel dari personel di zona jangkauan senjata musuh,” kata Kemhan Rusia dalam sebuah pernyataan.

“Faktor ini memungkinkan musuh dapat melacak dan menentukan koordinat lokasi tentara untuk serangan misil,” sambung Kemhan Rusia.

Reuters melaporkan, serangan roket tersebut terjadi tepat setelah malam pergantian tahun di sebuah bangunan sekolah yang diubah menjadi markas militer.

Baca juga: Zelensky Tuding Rusia akan Gunakan Pesawat Tak Berawak Buatan Iran untuk Menghabisi Ukraina

Serangan Ukraina itu terjadi tepat setelah malam pergantian tahun 2023 atau pada Minggu (1/1/2023) dini hari waktu setempat.

Serangan tersebut mengenai sebuah sekolah yang diubah menjadi markas militer Rusia di Makiivka.

Insiden ini telah memicu kemarahan di kalangan nasionalis Rusia dan beberapa anggota parlemen Rusia

Mereka mempertanyakan strategi militer Rusia yang digunakan di sana. 

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan empat roket dari peluncur HIMARS buatan AS menghantam gedung.

Kementerian menyebut, akibat ledakan hulu ledak roket HIMARS, langit-langit gedung runtuh.

Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan dalam pernyataannya di aplikasi perpesanan Telegram bahwa sebuah komisi sedang menyelidiki serangan itu.

Sebagai balasan, Kementerian tersebut mengeklaim telah meluncurkan serangan udara pada konsentrasi perangkat keras di dekat stasiun kereta api Druzhkivka di Donetsk.

 Serangan itu diklaim Kementerian Pertahanan Rusia menewaskan hingga 200 personel Ukraina dan menghancurkan empat peluncur HIMARS serta lebih dari 800 roket.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved