Internasional
Demonstran Brasil Tuding Pemilu Curang, Peralatan Fotografer AFP Dicuri Selama Demonstrasi
Para demonstran pendukung mantan Presiden Jair Bolsonaro menuding pemilihan umum (Pemilu) berlangsung curang.
SERAMBINEWS.COM, BRASILIA - Para demonstran pendukung mantan Presiden Jair Bolsonaro menuding pemilihan umum (Pemilu) berlangsung curang.
Salah seorang demonstran, Sarah Lima kepada AFP mengatakan mereka menuntut peninjauan ulang Pemilu yang curang.
Luiz Inacio Lula da Silva menang tipis di putaran kedua dengan skor 50,9 persen berbanding 49,1 persen.
Bolsonaro, yang berangkat ke negara bagian Florida AS pada hari kedua hingga terakhir masa jabatannya, menuduh dia menjadi korban konspirasi terhadapnya oleh pengadilan Brasil dan otoritas Pemilu.
"Saya di sini untuk sejarah, untuk putri saya," kata Lima (27), seperti dilansir AFP, Senin (09/01/2023).
Dia mengenakan seragam kuning tim sepak bola nasional Brasil, simbol yang diklaim pendukung Bolsonaro sebagai milik mereka dan memprotes dengan putri kembarnya yang masih kecil.
Baca juga: Kekacauan Pecah di Brasil, Demonstran Sempat Kuasai Gedung Kongres, Istana Kepresidenan dan MA
Rekannya, Rogerio Souza Marcos mengatakan pemilu telah diganggu dengan banyaknya penipuan dan korupsi.
Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik yang baru diangkat Flavio Dino, Minggu (08/01/2023) menyebut invasi itu sebagai upaya absurd untuk memaksakan kehendak dengan paksa.
"Itu tidak akan menang," tulisnya di Twitter.
Ada kecaman internasional yang cepat terhadap para pengunjuk rasa.
PBB dengan keras mengutuk serangan itu.
Presiden AS Joe Biden mengecam adegan itu sebagai keterlaluan.
Baca juga: Donald Trump Resmi Disalahkan atas Kerusuhan Capitol Hill
Presiden Dewan Eropa Charles Michel mentweet kecaman mutlaknya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta untuk menghormati institusi Brasil dan memberi Lula dukungan Prancis yang tak tergoyahkan.
Bahkan Perdana Menteri sayap kanan Italia Giorgia Meloni mengutuk kerusuhan tersebut.
Serangkaian pemimpin Amerika Latin bergabung, dengan Presiden Cile Gabriel Boric mencela serangan pengecut dan keji terhadap demokrasi.
Andres Manuel Lopez Obrador dari Meksiko menyebutnya sebagai upaya kudeta yang tercela.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seorang-demonstran-melempar-batu-ke-arah-polisi-di-Brasilia-Brasil.jpg)