Viral
Permainan Lato-lato Memakan Korban, Kemenkes Buka Suara
Meski belum diketahui pasti kapan dan tempat terjadinya peristiwa tersebut, dilaporkan permainan lato-lato telah memakan korban
"Bisa terjadi karena cedera seperti kecelakaan. Tapi tidak ada kewajiban lapor Ke Kemenkes alias tidak ada penelusuran layaknya penyakit atau kasus jajanan," kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Senin (9/1/2023) .
Diketahui, Lato-lato sendiri sudah ada sejak tahun 1960-an. Di Amerika mainan ini disebut Clackers.
Dilansir dari Wikipedia Clackers yang juga ada di Kanada itu menyebabkan anak-anak yang terluka saat bermain.
Clacker dibuat cukup berat dan bergerak cepat, dan terbuat dari plastik akrilik keras, sehingga bola kadang-kadang pecah saat saling bertabrakan.Versi Clackers yang didesain ulang menikmati kebangkitan di tahun 1990-an.
Desain baru menggunakan plastik modern yang tidak akan pecah dan dua segitiga berlawanan yang berayun bebas yang dipasang pada pegangan, dengan bola pemberat di ujungnya.
Mereka sering dijual dalam warna neon cerah sebagai mainan anak pembuat kebisingan atau bantuan pesta.
Pada 2017, bentuk asli mainan itu dihidupkan kembali di Mesir dan mendapat publisitas di kalangan anak sekolah.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Permainan Lato-lato Memakan Korban, Kemenkes Buka Suara,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sejarah-Lato-lato-Permainan-yang-Sedang-Viral-di-Indonesia.jpg)