Jumat, 10 April 2026

Internasional

Presiden Ukraina Akui Serangan Rusia Lebih Ganas dan Kerusakan Semakin Luas

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Bakhmut dan Soledar masih bertahan meskipun terjadi kerusakan yang meluas.

Editor: M Nur Pakar
AP/Kantor Pers Kepresidenan Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Bakhmut dan Soledar masih bertahan meskipun terjadi kerusakan yang meluas.

Dia mengutip serangan baru dan lebih ganas di Soledar, di mana tidak ada tembok yang tersisa berdiri dan tanah ditutupi dengan mayat Rusia.

“Berkat ketangguhan tentara kami di Soledar, kami telah memenangkan tambahan waktu dan kekuatan tambahan untuk Ukraina,” kata Zelensky.

Dia tidak menguraikan apa yang dia maksud dengan mendapatkan waktu atau kekuatan.

Tetapi para pejabat Ukraina, yang dipimpin oleh panglima tertinggi Jenderal Valery Zaluzhniy, telah memperingatkan Rusia sedang mempersiapkan pasukan baru.

Dilansir AFP, Selasa (10/01/2023), kemungkinan, untuk serangan besar-bsaran baru di Ukraina, mungkin di ibu kota Kiev.

Baca juga: Militer Ukraina Klaim Memukul Serangan Pasukan Rusia di Donbas, Bantah 600 Tentaranya Tewas

Zelensky juga tampaknya mengandalkan pengamanan senjata yang lebih canggih dari mitra Barat Ukraina untuk menangkis serangan dan akhirnya mengusir pasukan Rusia.

Pada Senin (09/01/2023), dia melanjutkan upaya diplomatik, berbicara dengan Petr Fiala, Perdana Menteri Republik Ceko, ketua 27 anggota Uni Eropa saat ini.

“Saya yakin tentara kita di garis depan akan mendapatkan senjata dan perlengkapan ini ,sebentar lagi,” katanya.

Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat semuanya berjanji minggu lalu untuk mengirim kendaraan tempur lapis baja, memenuhi permintaan lama Ukraina.

Inggris sedang mempertimbangkan untuk memasok Ukraina dengan tank untuk pertama kalinya, Sky News melaporkan.

Kementerian Pertahanan Inggris tidak berkomentar.

Baca juga: Tentara Ukraina Serang Dua Pembangkit Listrik di Donetsk, Pasukan Rusia Serang Kharkiv

Iran dapat berkontribusi terhadap kejahatan perang di Ukraina dengan menyediakan drone ke Rusia, kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan pada hari Senin.

Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi terhadap perusahaan dan orang yang dituduh memproduksi atau mentransfer drone Iran yang digunakan oleh Rusia.

Gedung Putih mengatakan sedang mempertimbangkan cara untuk menargetkan produksi pesawat tak berawak Iran melalui sanksi dan kontrol ekspor.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved