Syech Fadhil Surati BPH Migas, Minta Penambahan Kuota Solar dan Pertalite untuk Aceh
Kkami meminta BPH Migas untuk mengkaji/menambah kuota jenis BBM tertentu (JBT) bersubdisi Solar dan Pertalite untuk wilayah Aceh
Laporan Yocerizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, HM Fadhil Rahmi Lc MA, memberi perhatian serius terhadap kesulitan masyarakat Aceh dalam mendapatkan BBM jenis Solar dan Pertalite.
Senator yang akrab disapa Syech Fadhil ini tidak hanya menyuarakan permasalahan BBM ini dalam sidang paripurna DPD, tetapi juga mengajukan surat permintaan langsung ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).
Surat dilayangkan pada Rabu (11/1/2023), dengan nomor: 02/B-2/DPD-ACEH/1/2023 yang ditujukan langsung kepada Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.
Dalam suratnya, Syech Fadhil meminta BPH Migas untuk mengkaji atau menambah kouta jenis BBM tertentu (JBT) bersubdisi Solar dan Pertalite untuk Wilayah Aceh.
"Berdasarkan aspirasi masyarakat dan pengamatan langsung di lapangan, berkenaan dengan kelangkaan BBM bersubsidi yang mengakibatkan antrean panjang setiap harinya,"
"Maka sesuai dengan kewenangannya, kami meminta BPH Migas untuk mengkaji/menambah kuota jenis BBM tertentu (JBT) bersubdisi Solar dan Pertalite untuk wilayah Aceh," tulis Syech Fadhil dalam suratnya.
Syech Fadhil sebelumnya memang telah mendapat banyak keluhan dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan Solar dan Pertalite.
Sahabat Ustaz Abdul Somad (UAS) ini juga melakukan pengamatan langsung di setiap SPBU, mulai dari Aceh hingga Sumatera Utara (Sumut).
Fakta di lapangan yang ditemukan ternyata cukup membuat Syech Fadhil meradang, karena ternyata antrean BBM di SPBU hanya terjadi di Aceh, tidak di Sumatera Utara.
"Pemandangan (di SPBU) di sana (Sumut) sangat bertolak belakang dengan kondisi di Aceh," tulis Syech Fadhil dalam rubrik opini 'Kupi Beungoh' Serambinews.com.
"Tim saya minta untuk berdialog dengan petugas SPBU dan sopir truk. Ternyata dari laporan tim, tak ada pembatasan dan antrian di Sumatera Utara," tambahnya.
Syech Fadhil menyebutkan, di Sumut, pembelian BBM dengan memakai barcode MyPertamina dijatah sebanyak 40 liter per hari.
Baca juga: Antrean BBM di Aceh Ternyata tak Terjadi di Sumut, Aturan Diskriminatif yang Memiskinkan
Baca juga: Syech Fadhil Sentil Pusat di Sidang Paripurna: Aceh Penghasil Migas, Tapi Antrean BBM Dimana-mana
Baca juga: Antrean BBM Makin Parah di SPBU, Begini Tanggapan Hiswana Migas Aceh
Sementara tanpa menggunakan barcode MyPertamina diberikan sampai Rp 300 ribu atau kira kira 44 liter.
“Aceh sudah miskin, kini dimiskinkan lagi dengan aturan aturan yang diskriminatif," cetusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/surat-syech-fadhil-ke-bph-migas.jpg)