Selasa, 21 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Jika Rusia Kalah Perang di Ukraina, Mantan Presiden Rusia Ancam Perang Nuklir

“Kekalahan kekuatan nuklir dalam perang konvensional dapat memicu perang nuklir,” kata Medvedev.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Nuklir 

SERAMBINEWS.COM, MOSKWA – Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengancam NATO bahwa jika Moskwa kalah dalam perang di Ukraina maka perang nuklir akan terjadi.

Ancaman tersebut diutarakan Medvedev, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, melalui Telegram, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (19/1/2023).

“Kekalahan kekuatan nuklir dalam perang konvensional dapat memicu perang nuklir,” kata Medvedev.

Zaporizhzhia Ukraina “Kekuatan-kekuatan nuklir tidak pernah kalah dalam konflik-konflik utama yang menggantungkan takdir mereka,” sambungnya.

Medvedev berujar, NATO dan para pemimpin pertahanan negara-negara Barat sudah seharusnya mempertimbangkan risiko-risiko dari setiap kebijakan mereka.

Di satu sisi, Istana Kepresidenan Rusia alias Kremlin dengan cepat mendukung pernyataan Medvedev karena dianggap sesuai dengan prinsip-prinsip Moskwa.

Dalam doktrin pertahanan Rusia, negara tersebut dapat menggunakan senjata nuklir jika muncul agresi di wilayah Federasi Rusia dengan senjata konvensional yang mengancam eksistensi negara.

Komentar Medvedev, yang merupakan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, tersebut semakin memantapkan posisinya sebagai politikus Rusia yang sangat frontal.

Sejak Rusia melancarkan invasinya di Ukraina pada 24 Februari 2022, Medvedev beberapa kali mengulangi ancaman perang nuklir.

Sejauh ini, Rusia dan AS adalah negara berkekuatan nuklir terbesar di dunia.

Kedua negara berkontribusi sekitar 90 persen dari seluruh hulu ledak nuklir di dunia.

Menurut Federasi Ilmuwan AS, Rusia memiliki 5.977 hulu ledak nuklir sedangkan Washington memiliki 5.428 hulu ledak nuklir.

Negara kekuatan nuklir lainnya adalah China dengan 350 hulu ledak, Perancis dengan 290 hulu ledak, dan Inggris dengan 225 hulu ledak.

Sebagai seorang presiden, Putin adalah pembuat keputusan paling tinggi dalam penggunaan senjata nuklir Rusia.

Baca juga: Zelenskyy Minta Dunia Tidak Boleh Ragu, Bantu Persenjataan Melebihi Serangan Rudal Rusia

Bos CIA Bocorkan Rencana Perang Rusia, Temui Zelensky Diam-diam

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved