Breaking News:

Berita Simeulue

Dokter dan Suami Perawat Ribut di Simeulue, Bermula dari Lapangan Futsal, Kasusnya Berakhir Damai

"Betul, kedua belah pihak sepakat berdamai dan sudah kita selesaikan melalui RJ (restorative justice)," ujar Kasat Reskrim Polres Simeulue.

Penulis: Sari Muliyasno | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kasus keributan yang melibatkan oknum dokter dan seorang perawat Puskesmas Sanggiran, Kabupaten Simeulue, berakhir damai dan diselesaikan melalui restorative justice di Mapolres Simeulue, Selasa (24/1/2023). 

Laporan Sari Muliyasno | Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Kasus keributan seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Sanggiran, Kabupaten Simeulue, Jar dengan suami seorang perawat di puskesmas yang sama bernama Miswar, berakhir damai.

Hal ini setelah kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak akan menuntut di kemudian hari.

Untuk diketahui, keributan oknum dokter dengan seorang perawat Puskesmas itu berawal dari selesainya bermain futsal yang mengakibatkan isteri dari Miswar menjadi korban dan sempat dirawat di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Simeulue, Ipda T Maiyudi yang dikomfirmasi Serambinews.com, Rabu (25/1/2023), membenarkan kedua pihak sudah sepakat untuk berdamai.

"Betul, kedua belah pihak sepakat berdamai dan sudah kita selesaikan melalui RJ (restorative justice)," ujar Kasat Reskrim Polres Simeulue.

Dikatakan dia, bahwa saat kedua pihak berdamai di Mapolres Simeulue, turut disaksikan oleh Kepala Desa Sanggiran, perwakilan dari Dinas Kesehatan Simeulue, dan masing-masing penasehat hukum kedua pihak.

Baca juga: Mahasiswa Simeulue Demo Kantor Bupati, Tuntut Harga Tiket Kapal Feri Turun

Secara terpisah, penasehat hukum dokter Jar dari YARA Simeulue, Herman Manurung, SH menjelaskan, bahwa pihaknya dari awal menginginkan persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan dengan pertimbangan keduanya adalah sama-sama pelayan masyarakat yang bekerja di Puskesmas Sanggiran.

Untuk penyelesaian proses mediasi itu dilakukan oleh Polres Simeulue, sehingga hasilnya para pihak yang sedang berperkara sepakat damai dengan membuat surat perjanjian damai.

Oleh pihak kedua (oknum dokter) siap untuk menanggung biaya pengobatan akibat terjadinya peristiwa yang menyebabkan pihak pertama (korban) menjalani perawatan dan pengobatan.

Kemudian, pihak kedua juga bersedia untuk menanggung biaya pengadaan peusijuek sebagai bagian dan penyelesaian secara adat dan istiadat masyarakat Simeulue.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved