Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Sabang

Tangkapan Nelayan Minim Akibat Cuaca Ekstrem, Harga Ikan Mahal

Musim angin timur saat ini didominasi hujan dan angin kencang, sehingga membuat nelayan kesulitan melaut.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Harga ikan melambung tinggi di Pasar pagi Kota Sabang saat cuaca hujan dan angin atau musim angin timur berembus, Selasa (31/1/2023) 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang 

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Akibat angin kencang dan gelombang tinggi, harga ikan segar di Kota Sabang naik. Hal itu terjadi sejak masuk musim angin timur. Musim angin timur sendiri didominasi hujan angin sehingga membuat nelayan kesulitan melaut.

Jika cuaca normal nelayan bisa menangkap berbagai jenis ikan dengan melimpah, namun saat cuaca ekstrem dan ombak besar, mereka hanya bisa menangkap ikan jenis tertentu dalam jumlah sedikit.

Seperti terpantau di Pasar Pagi tradisional Kota Sabang, Selasa (31/1/2023) pagi. Biasanya, saat tangkapan banyak, lokasi ini dibanjiri pedagang dan pembeli. Namun karena sepi hasil tangkapan ikan, membuat Tempat Penjual Ikan tidak terlalu ramai aktivitas perdagangan.

“Biasanya ramai, bahkan sampai membludak pedagang dan pembeli disini. Namun karena ikan tangkapan nelayan sedikit, jadinya agak sepi. Langkanya pasokan membuat harga ikan melonjak.,” terang salah seorang pedagang ikan pasar TPI Kota Sabang, Bakri, Selasa (31/1/2023).  

Untuk diketahui, harga ikan anak gergak dan anak dencis yang dijual pedagang ikan di Pasar pagi kota Sabang yakni Rp 60 perkg, untuk ikan jenis Pisang - pisang 50 ribu per 4 ekornya.

Sementara untuk ikan jenis ikan air tawar yakni ikan Mujahir 30 ribu per kg dan ikan gabus 70 ribu untuk ukuran sedang.

Kemudian untuk udang ukuran sedang di harga 70 ribu perkg dan ukuran besar 120 perkg.

Lebih lanjut, Bakri menjelaskan, Tingginya gelombang laut akibat cuaca buruk sejak beberapa hari terakhir mempengaruhi hasil  tangkapan ikan para nelayan di Kota Sabang.

“Untuk hari ini ikan jenis tongkol tidak ada yang jual, karena tidak ada ikan hanya ikan jenis pisang – pisang, ikan anak gergak dan anak dencis saja yang di jual oleh pedagang”,Ujarnya

Sementara Adi, pedagang ikan keliling di wilayah Cot Bau juga mengeluh karena kesulitan mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. “Susah untuk dapat ikan, kalaupun ada, harganya pasti mahal,” ungkapnya.

Keluhan akibat cuaca ekstrem ini juga datang dari pedagang makanan. Marni, yang sehari-harinya menjual ikan yang sudah dimasak mengakui sulit untuk mendapatkan ikan laut dengan harga terjangkau.

“Naiknya harga ikan ini tentu membuat dilema dirinya sebagai penjual ikan masak. Kalau kita menaikkan harga jual pasti pelanggan akan mengeluh,” katanya.(*)

Baca juga: Jalan ke Kilometer Nol Sabang Putus Akibat Longsor dan Pohon Tumbang, Warga Sempat Mengungsi

Baca juga: Iboih dan Gapang Sabang Gelap Gulita Sejak Minggu Malam, Dampak Longsor Tumbangkan 24 Tiang Listrik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved