Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Rusia Keluarkan Peringatkan Keras, Bantuan Senjata Canggih AS dan Barat Akan Membakar Ukraina

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan pasokan persenjataan AS yang lebih canggih ke Ukraina hanya akan memicu lebih banyak serangan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Yasuyoshi CHIBA
Seorang pria terlihat dekat kobaran api usai serangan pesawat tak berawak Rusia di Kiev, Ukraina, Senin (17/10/2022). 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan pasokan persenjataan AS yang lebih canggih ke Ukraina hanya akan memicu lebih banyak serangan balasan Rusia.

Bahkan, katanya, akan dapat ke tingkat doktrin nuklir Rusia.

"Semua Ukraina yang tetap berada di bawah kekuasaan Kiev akan terbakar," kata jurnalis Nadana Fridrikhson mengutip ucapannya dalam wawancara tertulis dengannya.

Fridrikhson bertanya kepada Medvedev, yang sebagai wakil ketua Dewan Keamanan telah menjadi salah satu tokoh pro-perang Rusia yang paling keras sejak invasi ke Ukraina, seperti dilansir Reuters, Sabtu (4/2/2023).

"Apakah penggunaan senjata jarak jauh dapat memaksa Rusia bernegosiasi dengan Kiev," tanya sang jurnalis.

"Hasilnya justru sebaliknya," jawab Medvedev, dalam komentar yang diposting Fridrikhson di saluran Telegramnya.

Baca juga: Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru ke Rusia Pada Peringatan Pertama Invasi ke Ukraina

"Hanya orang-orang gila, yang jumlahnya cukup banyak baik di Gedung Putih maupun di Capitol, yang dapat berdebat seperti itu," ujarnya.

Pentagon mengatakan roket baru yang akan menggandakan jangkauan serangan Ukraina termasuk dalam paket bantuan militer AS senilai $2,175 miliar.

Menjelang peringatan pertama invasi pada 24 Februari 2023, pasukan Rusia telah berada di belakang medan perang selama delapan bulan terakhir.

Tetapi, tidak sepenuhnya mengendalikan salah satu dari empat provinsi Ukraina yang secara sepihak telah dinyatakan Moskow sebagai bagian dari Rusia.

Presiden Vladimir Putin menyebut kampanye Rusia di Ukraina sebagai pertahanan eksistensial melawan Barat yang agresif.

Seperti Medvedev, beberapa kali mengacungkan ancaman respons nuklir, dengan mengatakan Rusia akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk melindungi dirinya sendiri dan rakyatnya.

Baca juga: Sama-sama Musuhi Rusia, Menteri Putin Sebut Negara Ini akan Jadi Ukraina Jilid 2

Ditanya apa yang akan terjadi jika senjata yang dijanjikan Washington kepada Ukraina akan menyerang Krimea yang direbut Rusia dari Ukraina pada 2014 atau jauh ke dalam Rusia, Medvedev mengatakan telah menangani masalah tersebut dengan jelas.

“Kami tidak membatasi diri dan, tergantung pada sifat ancamannya, kami siap menggunakan semua jenis senjata," ujarnya.

"Sesuai dengan dokumen doktrinal kami, termasuk Dasar-Dasar Pencegahan Nuklir,” katanya.

"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa jawabannya akan cepat, tangguh, dan meyakinkan," tegasnya.

Doktrin nuklir Rusia mengizinkan serangan nuklir setelah agresi terhadap Federasi Rusia dengan senjata konvensional ketika keberadaan negara terancam.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved